BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wisata Alam Gunung Mangkol di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, terus mengembangkan daya tarik wisata berbasis alam. Selain menawarkan panorama air terjun dan kawasan hutan, pengelola kini menghadirkan wisata malam yang memungkinkan pengunjung mengamati Mentilin (Cephalopachus bancanus bancanus), primata endemik Bangka Belitung, langsung di habitat aslinya.
Setibanya di kawasan wisata, pengunjung akan disambut patung Mentilin yang duduk di pintu masuk kawasan. Patung primata bermata besar itu menjadi ikon pertama yang menyapa wisatawan sekaligus penanda bahwa kawasan tersebut merupakan habitat salah satu satwa endemik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di pintu patung tersebut juga terpasang plang bertuliskan Mentilin, lengkap dengan informasi singkat mengenai satwa tersebut sebagai fauna identitas Bangka Belitung.
Pengelola Wisata Alam Gunung Mangkol, Komang mengatakan, wisata malam tersebut dikemas sebagai kegiatan edukasi konservasi, bukan sekadar hiburan.
"Kalau malam kami tidak buka untuk umum. Pengunjung harus reservasi terlebih dahulu. Biasanya untuk camping, sharing session tentang alam, sekaligus melihat Mentilin langsung di habitat aslinya," kata Komang kepada Bangkapos Sabtu (28/06/0226).
Menurutnya, paket wisata tersebut menjadi salah satu daya tarik baru karena tidak banyak tempat di Bangka Belitung yang masih memungkinkan wisatawan mengamati Mentilin secara langsung di alam.
"Yang dicari wisatawan sekarang bukan hanya air terjun, tetapi pengalaman melihat Mentilin. Selain itu ada juga beberapa satwa nokturnal lain yang aktif pada malam hari," ujarnya.
Komang menjelaskan Mentilin merupakan primata kecil yang telah ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hewan tersebut dikenal memiliki mata yang sangat besar, tubuh mungil, dan aktif berburu pada malam hari.
"Mentilin adalah kebanggaan Bangka Belitung. Satwa ini hanya aktif pada malam hari sehingga memang tidak mudah ditemukan. Kalau beruntung, pengunjung bisa melihat langsung aktivitasnya di pepohonan," katanya.
Baca juga: Air Terjun Gunung Mangkol, Wisata Alam Murah Dekat Pangkalpinang yang Cocok untuk Libur Keluarga
Ia mengungkapkan, keberadaan Mentilin saat ini tidak sebanyak beberapa tahun lalu.
"Dulu kami masih sering bertemu Mentilin di kebun-kebun masyarakat. Sekarang hanya ada di lokasi-lokasi tertentu saja. Sekarang saya rasa mungkin sampai sepuluh ekor di kawasan ini," ujarnya.
“Ketika malam memcari durian ketika disenter mata Mentilin berbinar kena cahaya, kemudian ia juga bisa bersuara kalo orang tidak tau bisa dikatakan suara kuntilanak,” katanya.
Menurut Komang, menurunnya populasi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai habitat satwa endemik Bangka.
"Kalau hutannya rusak, habitat Mentilin juga hilang. Makanya kami tidak hanya mengembangkan wisata, tetapi juga menjaga kawasan ini tetap alami," katanya.
Ia menjelaskan seluruh aktivitas wisata malam dilakukan secara terbatas agar tidak mengganggu kehidupan satwa liar.
"Kami tidak ingin wisata justru mengganggu habitat Mentilin. Karena itu jumlah peserta dibatasi dan didampingi pemandu yang memahami kawasan," ujarnya.
Bagi wisatawan yang ingin mengikuti wisata malam dan melihat Mentilin, pengelola menyediakan paket mulai sekitar Rp300 ribu yang mencakup pendampingan selama kegiatan.
Selain mengamati Mentilin, peserta juga diberikan penjelasan mengenai perilaku satwa nokturnal, pentingnya menjaga ekosistem hutan, hingga fungsi kawasan Gunung Mangkol sebagai daerah tangkapan air.
"Konsepnya lebih ke edukasi. Jadi wisatawan pulang bukan hanya membawa foto, tetapi juga pengetahuan tentang pentingnya menjaga alam," katanya.
Untuk menikmati seluruh kawasan wisata, pengunjung hanya dikenakan biaya berdasarkan jenis kendaraan yang digunakan.
"Retribusi dihitung per kendaraan. Untuk sepeda motor Rp5.000, mobil Rp10.000, sedangkan kendaraan yang membawa rombongan besar sekitar Rp20.000," jelas Komang.
Komang mengatakan jumlah wisatawan yang datang sangat dipengaruhi musim liburan dan kondisi cuaca.
"Kalau hari Senin sampai Kamis biasanya sekitar 100 sampai 200 orang. Hari Jumat bisa naik menjadi sekitar 500 sampai 700 pengunjung," katanya.
Saat akhir pekan maupun musim libur sekolah, jumlah wisatawan meningkat cukup signifikan.
"Kalau Sabtu, Minggu atau libur panjang bisa mencapai 1.000 orang dalam sehari. Apalagi saat cuaca panas dan anak-anak sedang libur sekolah," ujarnya.
Ia bahkan optimistis jumlah kunjungan dapat meningkat beberapa kali lipat apabila akses jalan menuju lokasi semakin baik.
"Kalau akses jalannya semakin bagus, bukan tidak mungkin saat musim liburan jumlah pengunjung bisa mencapai dua ribu sampai tiga ribu orang dalam sehari," katanya.
Komang mengajak masyarakat ikut menjaga kelestarian kawasan Gunung Mangkol.
"Pesan kami sederhana, mari jaga alam. Kalau hutannya tetap lestari, Mentilin akan tetap hidup di sini, sumber air tetap terjaga, dan anak cucu kita nanti masih bisa menikmati kekayaan alam Bangka Belitung," tutupnya. (Bangkapos.com/Erlangga)