TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Untuk mendongkrak produktivitas komoditi tanaman pangan, khususnya padi di Kabupaten Muaro Jambi, Pemerintah pusat menyalurkan bantuan benih kepada petani.
Bantuan yang menggunakan anggaran APBN tahun anggaran 2026 itu berupa puluhan ton bibit padi dan jagung.
Kepala Dinas TPH Muaro Jambi, Evi Syahrul, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan benih padi dalam jumlah besar langsung kepada kelompok tani.
"Tahun ini kami sudah mendistribusikan bantuan benih padi sebanyak 84 ton. Bantuan ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan luas lahan pertanian yang diperkirakan mencapai 3.381 hektar," ujar Evi Syahrul saat dikonfirmasi, baru-baru ini.
Selain bantuan reguler tahun 2026, Kabupaten Muaro Jambi juga mendapat tambahan pasokan benih padi sebesar 84 ton untuk luasan lahan mendekati 217 hektar.
Pasokan tambahan ini merupakan bagian dari program Optimasi Lahan (Oplah) yang telah berjalan sejak tahun 2025 lalu, namun realisasi penyaluran (dropping) benihnya baru dilaksanakan pada tahun ini.
"Jika diakumulasikan, total bantuan benih padi yang mengalir ke petani Muaro Jambi pada musim tanam ini mencapai 92,4 ton," kata Evi Syahrul.
Untuk mengantisipasi tertundanya masa tanam, Dinas TPH bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk mengawal para petani di lapangan.
"Kami dari dinas memiliki kewajiban bersama teman-teman PPL untuk mendorong dan mendampingi petani agar segera melakukan penanaman.
Benih yang sudah diterima masyarakat harus secepatnya turun ke tanah agar target swasembada pangan daerah bisa tercapai optimal," tegas Evi. (*)
Baca juga: Luas Tanam Padi Batang Hari Capai 4.981 Hektar, Target 8.000 Hektar Dikebut