TRIBUNNEWS.COM - Antusiasme calon mahasiswa untuk bergabung dengan Universitas Airlangga (UNAIR) terus meningkat.
Hal ini terlihat dari jumlah peserta Ujian Mandiri Tulis dan Kemitraan 2026 yang mencapai 6.335 pendaftar.
Jumlah tersebut naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 4.700 peserta.
Seleksi ini berlangsung pada 26–28 Juni 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof. Mochammad Amin Alamsjah, menyampaikan bahwa tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UNAIR.
"Alhamdulillah pelaksanaan ujian tulis, baik reguler maupun kemitraan, pada hari pertama berjalan dengan baik. Pada prinsipnya tidak ada kendala. Kami sangat mengapresiasi panitia PPMB yang telah melaksanakan seluruh rangkaian seleksi ini dengan sangat baik," ujarnya, dikutip dari unair.ac.id, Minggu (28/6/2026).
Prof Amin menjelaskan bahwa jalur mandiri UNAIR terdiri dari empat skema, yaitu Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, Mandiri Ujian Tulis, dan Mandiri Kemitraan.
Pada pelaksanaan 26–28 Juni 2026, peserta mengikuti jalur Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan dengan materi ujian berupa Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Perbedaan utama jalur kemitraan terletak pada kewajiban peserta yang harus memiliki rekomendasi dari mitra kerja sama UNAIR.
Jalur ini menjadi tahapan akhir dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru UNAIR tahun 2026.
Baca juga: 20 Universitas Terbaik Indonesia Versi THE Sustainability Impact Rankings 2026, Ada Unair hingga UGM
"Daya tampung jalur mandiri mencapai 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Kuota tersebut terbagi ke dalam empat skema sehingga masing-masing memiliki porsi sekitar 12,5 persen," jelasnya.
Pelaksanaan ujian berlangsung selama tiga hari di 13 lokasi kampus UNAIR, meliputi Kampus A, Kampus B, dan Kampus C dengan tiga sesi setiap harinya.
Lokasi tersebut antara lain:
Untuk mendukung kenyamanan peserta, UNAIR juga menyediakan konsumsi berupa roti dan teh manis bagi peserta sesi pagi.
"Fasilitas ini kami sediakan untuk mengantisipasi peserta yang belum sempat sarapan dari rumah, sehingga mereka dapat mengikuti ujian dengan kondisi yang prima dan tetap fokus," ujar Prof Amin.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Dr. Achmad Solihin, menyebutkan bahwa Program Studi Kedokteran masih menjadi pilihan favorit utama dalam jalur mandiri tahun ini.
Sementara itu, pada kelompok sosial humaniora, lima program studi dengan peminat tertinggi adalah Hukum, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Psikologi yang menunjukkan persaingan yang relatif seimbang.
Baca juga: Jalur Mandiri Unimed 2026 Masih Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Melalui jalur Mandiri Tulis dan Kemitraan ini, UNAIR akan menerima sekitar 1.200 calon mahasiswa baru
"Melalui jalur Mandiri Tulis dan Kemitraan, UNAIR akan menerima sekitar 1.200 calon mahasiswa baru," tuturnya.
UNAIR juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan integritas seleksi.
Sistem pengawasan telah disiapkan secara ketat untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan, termasuk praktik perjokian.
"Kita juga mengantisipasi joki atau kecurangan dalam seleksi ujian tulis mandiri ini. Secara sistem kita sudah mempersiapkannya dengan baik," paparnya.
Ia juga mengimbau peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk mengecek lokasi ujian sehari sebelumnya serta hadir minimal 30 menit sebelum ujian dimulai.
"Manajemen waktu sangat penting. Tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat dengan alasan apapun karena aturan kehadiran sangat ketat. Kami juga telah menyiapkan sistem pengawasan untuk mengantisipasi segala bentuk kecurangan, termasuk praktik perjokian. UNAIR berkomitmen menjaga kualitas dan integritas dalam seluruh proses seleksi," tegasnya.
(Tribunnews.com/Latifah)