TRIBUNTRENDS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat.
Dalam pembahasannya, Dedi menyinggung pola asuh yang diterapkan keluarga tersangka sejak kecil.
Sorotan tersebut muncul setelah ia mendengar penuturan Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, terkait masa kecil Taufik.
Menurut Kusnaedi, Taufik kerap terlibat perkelahian semasa kecil, namun sering mendapat pembelaan dari kedua orang tuanya, terutama sang ayah.
Dedi menilai kebiasaan membenarkan anak meski melakukan kesalahan dapat membentuk karakter yang keliru hingga dewasa.
Terlebih jika anak tidak diajarkan untuk mengakui kesalahan dan melakukan introspeksi diri.
Dalam perbincangan yang diunggah melalui kanal YouTube miliknya, Dedi juga menanyakan apakah Taufik merupakan anak yang paling disayang di keluarganya.
Pertanyaan itu dibenarkan oleh ayah Taufik, Tata, yang mengaku sangat menyayangi putranya tersebut.
Bahkan, Tata mengungkapkan salah satu alasannya adalah karena Taufik dianggap sebagai anak laki-laki yang paling tampan di antara saudara-saudaranya.
Baca juga: Pilu Nasib Korban Penyekapan Taufik Hidayat, Wajah Tidak Bisa Kembali Seperti Semula Meski Oplas
"Kalau waktu kecil benar dia anak yang paling disayang?" tanya Dedi.
"Benar disayang," jawab Tata, ayah Taufik.
Dalam perbincangan tersebut, pria yang akrab disapa KDM ini kemudian bertanya apa alasan Tata begitu menyayangi Taufik dibanding anak-anaknya yang lain.
Menurut Tata, Taufik merupakan anak laki-lakinya yang paling tampan.
"Kenapa sayang banget sama Taufik Hidayat? Apa yang membuat bapak sayang banget sama dia?" tanya Dedi.
"Karena ganteng, beda dari yang lain," ujar Tata.
Lebih lanjut, Dedi kemudian menyinggung pola asuh Taufik.
Baca juga: Sadisnya Taufik Hidayat Siksa YTR, Pukul Pakai Besi hingga Sajam, Disekap di Kos, Ini Motifnya
Namun Tata membantah jika dirinya selalu membela Taufik saat berkelahi.
Meski begitu, Tata mengaku tetap memaafkan Taufik meskipun pernah dipukul menggunakan kayu saat bekerja di sawah.
Menanggapinya, Dedi mengatakan jika sikap memaafkan yang berulang dapat menjadi gambaran pola asuh yang salah.
"Ya karena itu. Kalau sampai orangtua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orangtuanya memaafkan, itu cermin anaknya dimanja."
Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung. Sang gubernur singgung pola asuh Taufik Hidayat, tersangka yang kini diamankan. Pola asuh yang salah sejak kecil bisa menjadi boomerang saat anak dewasa.
(TribunTrends/Grid.id)