Rektor ITB Usul Siswa Dapat Nilai UTBK Dulu Sebelum Pilih Prodi, Seperti di AS-UK
GH News June 28, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara usulkan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) seperti di Amerika Serikat dan Inggris. Menurutnya, sebaiknya calon mahasiswa mendapatkan hasil UTBK terlebih dahulu, baru menentukan dirinya bisa memilih kampus mana.

"Kemudian juga nilai UTBK itu bisa dimanfaatkan baik oleh PTN maupun PTS gitu. Jadi mahasiswa tahu dulu hasilnya kemudian mendaftar. Itu kalau di apa nilainya, berbasis nilai ya, di negara-negara yang maju itu sistemnya seperti itu," usul Rektor ITB dalam rapat dengar pendapat panja seleksi penerimaan mahasiswa baru bersama Komisi X DPR RI, Rabu (24/6/2026), dikutip dari siaran ulang TVR Parlemen.

"Dia tes dapat nilainya kemudian dia tahu dia dia bisa diterima di mana. Iya kalau di Amerika kan ada SAT gitu ya. Di di Inggris juga ada sistemnya," lanjutnya.

Di sisi lain, universitas sudah memiliki masing-masing. Sehingga, Prof Tatacipta mengatakan, kampus tinggal meranking calon mahasiswa yang melewati tersebut.

Sistem Serupa Pernah Dilakukan pada UTBK 2019

Sistem serupa seperti usulan yang diutarakan Prof Tatacipta Dirgantara pernah dilaksanakan dalam UTBK 2019. Saat itu, UTBK dibuat berbeda dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018.

Pada UTBK 2019, skor yang didapat menjadi modal untuk mendaftar di prodi universitas tertentu. Hasil UTBK akan menentukan ranking ketika mendaftar di prodi tujuan. Disebutkan dalam arsip laman Fakultas Hukum UI, sistem ini dikarenakan setiap prodi punya kuota terbatas.

Bagaimana Sistem UTBK 2019?

SBMPTN 2019 menggunakan metode UTBK dengan dua materi tes yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Pada saat itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meniadakan metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC).

Pada ujian TKA, ada ujian saintek dan soshum. Sementara, pada TPS yang diukur adalah kemampuan kognitif, penalaran, dan pemahaman umum yang semuanya dinilai penting dalam keberhasilan di sekolah formal.

Dikutip dari arsip UIN Ar Raniry, pada UTBK 2019, siswa bisa ikut UTBK maksimal dua kali. Hasil kedua tes bisa dijadikan acuan oleh PTN.

Peserta UTBK 2019 dapat menggunakan nilai tertinggi ketika mendaftar prodi yang dipilih. Dalam dua kali UTBK, jenis soal sama, tetapi pertanyaannya berbeda.

Pada setiap tes, peserta wajib membayar Rp 200 ribu. Peserta hanya akan membayar pendaftaran UTBK dan pendaftaran masuk ke perguruan tinggi.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.