Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kondisi ketenagakerjaan di DIY masih menghadapi tantangan. Terlebih banyak perusahaan di DIY yang gulung tikar, sehingga penyerapan tenaga kerja semakin terbatas.
Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) FISIPOL UGM, Hempri Suyatna mengatakan pasar kerja yang terhambat praktis meningkatkan angka pengangguran. Dalam kondisi ini, banyak intervensi yang harus dilakukan pemerintah.
Menurut dia, pemerintah bisa menguatkan sektor usaha kecil dan mikro untuk menyerap tenaga kerja. Apalagi selama ini UMKM memiliki peran strategis sebagai penyangga perekonomian sekaligus penyerap tenaga kerja.
"Ketika pasar kerja sektor formal sulit diciptakan, maka tidak ada jalan lain pemerintah mengembangkan berbagai bidang pekerjaan, menguatkan sektor usaha kecil dan mikro, yang didesain dengan konsep yang lebih matang," katanya, Minggu (28/6/2026).
"Jadi usaha mikro kecil yang selama ini eksis, kenapa tidak ditingkatkan, dan justru mampu menjadi solusi dalam rangka penyerapan tenaga kerja yang ada di dalam masyarakat," sambungnya.
Kendati demikian, kebijakan pemerintah sangat memengaruhi perkembangan UMKM. Ia menilai pemerintah juga perlu memberikan fasilitas yang menguatkan UMKM, mulai dari fasilitasi modal, teknologi, dan sebagainya.
"Jangan sampai justru usaha mikro kecil ini tidak bisa berkembang dengan baik, harus ada upaya fasilitasi modal, fasilitasi teknologi dan sebagainya, sehingga membuat sektor-sektor ketenagakerjaan itu bisa berkembang menjadi lebih baik," ujarnya.
Pihaknya juga mendorong pemerintah untuk menciptakan iklim kondusif agar perusahaan yang saat ini masih bertahan dapat tetap eksis.
Pemerintah pun didorong untu memberikan insentif kebijakan, mulai dari kemudahan berusaha, insentif pajak, insentif bagi pasar ekspor, maupun insentif bagi pasar dalam negeri.
"Harapannya, jangan sampai semakin banyak perusahaan itu gulung tikar, tetapi bagaiman perusahaan itu tetap eksis. Tentunya ketika perusahaan eksis, akan tercipta sebuah pasar kerja yang baik, dan penyerap tenaga kerja yang cukup," pungkasnya. (maw)