Geli tapi Penasaran? Ini Fakta Sup Ular yang Masih Jadi Favorit di China
GH News June 28, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Sup ular tergolong hidangan ekstrem yang masih dikonsumsi di China. Bahan utamanya daging ular yang terkenal sebagai hewan berbisa dan buas. Lantas, adakah manfaat konsumsi sup ular?

Membicarakan hidangan tradisional sebuah negara, sering kali juga termasuk hidangan ekstrem, yang terbuat dari bahan-bahan tak biasa. Salah satunya sup ular yang sudah dikonsumsi selama berabad-abad di China, khususnya di wilayah Selatan, seperti Guangdong dan Hong Kong.

Dikutip dari (24/6/2026), sup ular memiliki hubungan historis dengan kepercayaan tradisional masyarakat China tentang kesehatan dan kebugaran.

Sup ular terkenal dengan kuah kaldunya yang kental dan gurih, dibuat dari satu jenis atau lebih spesies ular. Secara tradisional, daging ular akan diiris tipis-tipis dan dimasak perlahan dengan bahan lain.

Paduan sup ular antara lain, daging ayam, jamur, jahe, rebung, kulit jeruk, dan berbagai bumbu dan rempah. Sup ular umumnya disajikan selama bulan-bulan dingin dan dianggap sebagai makanan penghangat dalam budaya kuliner China.

Apakah sup ular mengandung bisa?

Berbahan ular, sup ular ternyata tidak mengandung bisa. Menurut para ahli, bisa ular diproduksi di kelenjar khusus dan dikeluarkan melalui taring ular saat menggigit.

Nah, dalam proses menyiapkan sup ular, kelenjar tersebut dan bagian-bagian lain yang tidak dapat dimakan, bakal dihilangkan. Namun, memang perlu kehati-hatian dan keahlian ekstra untuk menyiapkan ular sebagai bahan baku sup.

Inilah sebabnya hidangan ini secara tradisional disiapkan oleh para profesional terlatih yang terbiasa dengan penanganan dan pengolahan ular yang aman.

Apakah sup ular bermanfaat untuk kesehatan?

Sup ularSup ular diracik dengan berbagai rempah. Foto: Getty Images/tc397

Suku Arfak kabarnya telah memanfaatkan ular sebagai makanan fungsional selama beberapa generasi. Lima spesies yang sering dimanfaatkan adalah Leiophython albertisii, Apodora papuana, Morelia amethystine, Morelia viridis, dan Micropechis ikaheka.

Bagian ular yang dimanfaatkan antara lain, daging, lemak, dan empedu. Untuk manfaat konsumsinya, dipercaya sup ular dapat menyembuhkan penyakit saluran pernapasan, penyakit kulit, penyakit kronis, dan meningkatkan kekuatan serta vitalitas tubuh.

Asal-usul sup ular

Menurut legenda, sup ular telah menjadi bagian dari masakan di Tiongkok Selatan selama ribuan tahun. Resepnya paling banyak didokumentasikan oleh Jiang Kongyin (1864-1952), salah satu cendekiawan kekaisaran terakhir Dinasti Qing dan penduduk asli Guangzhou.

Konon, salah satu sup ular yang paling terkenal adalah sup lima ular, yang diklaim memiliki khasiat pengobatan tradisional Tiongkok untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kelembapan dalam tubuh.

Sementara itu, menurut para ahli kesehatan, daging ular umumnya mengandung protein dan relatif rendah lemak. Daging ular juga kaya akan vitamin dan mineral.

Mengapa orang China masih makan sup ular?

Salah satu alasan utama orang China mengonsumsi sup ular adalah soal melestarikan budaya. Menurut legenda, sup ini telah menjadi bagian penting dari warisan kuliner mereka.

Selain itu, masyarakat di China memiliki cita rasa tersendiri terhadap sup ini, yang terkait erat dengan nostalgia dan perayaan bersama keluarga dan teman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.