Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Adi Swandono sopir bus yang terlibat kecelakaan lalulintas hingga menyebabkan Wayan Dwi Kurniawan meninggal dunia sempat kabur melarikan diri.
Warga Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur itu sempat melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Muratara karena merasa tidak menabrak korban.
Wayan meninggal dunia dengan kondisi luka parah dikepala terlindas roda mobil bus yang dikendarai Adi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Kosgoro di areal antrean truk solar SPBU Bukit Beton, Sabtu 27 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Adi sempat melanjutkan perjalanan, sebelum akhirnya distop dan dihentikan oleh anggota Polisi Satlantas Muratara.
Mobil bus yang dikemudikan oleh Adi di stop dan sempat ditahan Polres Muratara sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Musi Rawas (Mura).
Adi saat diinterogasi Polres Muratara mengaku alasan melanjutkan perjalanan dan tidak berhenti karena merasa tidak bersalah.
"Saya (terus) tidak merasa menyerempet tidak (nabrak)," kata Adi saat diinterogasi Polisi Muratara.
Adi pun mengaku saat kejadian sempat melihat dari spion mobilnya ada dua pengendara motor terlibat kecelakaan di lokasi tersebut.
"Saya lihat dibelakang melalui spion melihat ada sepeda motor dua, Saya lihat itu kecelakaan saya kira tidak ada hubungannya dengan saya," ulangnya lagi.
Adi mengatakan kemungkinan korban terlibat kecelakaan lalulintas dengan kendaraan lain, baru korban jatuh dan terserempet mobilnya.
"Dia (korban) laka dulu baru lari ke bus aku (tabrak). Dia laka dulu dengan sepeda motor baru kena mungkin kena ini (ban mobil)," ungkapnya.
Baca juga: Sosok Wayan Dwi, Korban Kecelakaan Maut di Musi Rawas Usai Ditabrak bus, Baru Lamar Kekasih
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Musi Rawas, Pemotor Tewas Usai Ditabrak bus, Alami Luka Parah
Setiba dilokasi dekat SPBU terjadi antrian BBM panjang hingga memakan bahu jalan.
Akibatya motor yang dikendarai oleh Wayan bersenggolan dengan mobil hingga membuatnya terjatuh.
Sementara dari arah berlawanan atau dari arah Kota Lubuklinggau datang mobil bus PO Bagong melintas hendak menuju Kabupaten Muratara.
Sekita itu Wayan terlindas dan meninggal dunia ditempat.
"Jadi Wayan itu mau pulang dari PT KIS sampai di lokasi kejadian karena ramaianya antrean BBM itu motornya nyenggol mobil dan terjatuh," ungkap Sahlin keluarga korban pada wartawan, Minggu (28/6/2026).
Seketika itu saat terjatuh datang mobil bus dari arah Kota Lubuklinggau hendak menuju Kabupaten Muratara melindasnya.
"Korban seketika itu meninggal dunia karena diduga mengalami cidera parah di bagian kepala," ungkapnya.
Menurut Ilin, penyebab kecelakaan Wayan karena ramainya mobil mengantre BBM di SPBU Bukit Beton sehingga kondisi jalan menjadi menyempit.
"Karena kondisi jalan menyempit itu membuat korban saat melintas nyenggol mobil dan jatuh lalu dilindas," ungkapya.
Sahlin menambahkan pasca kejadian korban langsung dibawa ke rumah duka, kemudian langsung dimakamkan.
"Sudah langsung dimakamkan kemarin, keluarga masih tidak percaya, karena Wayan itu baru saja melangsungkan lamaran dan rencana nikah bulan 9 (September)," ujarnya.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim mengatakan bila kecelakaan tersebut diperbatasan wilayah Muratara dan Musi Rawas.
Namun, untuk TKP masuk wilayah Kabupaten Musi Rawas, termasuk kemarin mobil bus yang terlibat kecelakaan ini sekarang sudah diserahkan ke Polres Muratara.
"Sempat lari oleh anggota Polres Muratara langsung distop saat melintas di wilayah Maur, karena masuk wilayah Musi Rawas akhirnya kita serahkan ke Polres Mura," ungkapnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com