DINILAI Minim Inovasi, GEMES 2026 Anggarkan Rp2,5 Miliar, Desak Kejati Usut Dugaan Penyimpangan
Ilham Fazrir Harahap June 28, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (27/6/2026) malam, dinilai minim inovasi.

Gelaran tersebut nyaris mirip-mirip seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut menjadi sorotan, terkait anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 2,5 miliar..

Sejumlah pengunjung menilai GEMES sebagai agenda budaya tahunan belum mampu menghadirkan pembaruan yang signifikan, khususnya dalam menarik minat generasi muda.

Kemasan acara dinilai masih didominasi seremoni protokoler dengan pola yang hampir sama setiap tahun. Padahal, dengan dukungan anggaran miliaran rupiah, masyarakat berharap Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pariwisata mampu menghadirkan konsep yang lebih kreatif, inovatif, dan berdampak luas.

Baca juga: 2 Komisaris Jadi Sorotan, Usai Ginka Ginting, Asisten Raffi Ahmad Juga Komisaris di Krakatau Posco

“Setiap tahun rasanya hampir sama. Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru sehingga orang penasaran untuk datang lagi,” ujar seorang pengunjung di Lapangan Merdeka Medan.

Tak hanya soal konsep, pengunjung juga menyoroti minimnya keterlibatan komunitas dan tokoh Melayu lokal di panggung utama. Menurut mereka, pelaku budaya Melayu seharusnya menjadi aktor utama dalam kegiatan yang mengusung identitas budaya daerah.

Selain itu, fasilitas penunjang acara juga menuai kritik. Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah toilet umum dinilai tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang hadir.

Beberapa toilet portabel bahkan disebut tidak memiliki pengunci pintu yang berfungsi, sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat.

Baca juga: PEGAWAI Kopdes Curhat Sudah Kerja Sebulan Tapi Belum Digaji dan Tak Tahu Nominalnya Berapa

“Kalau di sini cuma dua toilet untuk umum, Bang. Begitulah kondisinya. Kalau yang dekat stadion ada juga, tapi khusus VIP,” ujar seorang petugas Satpol PP di lokasi.

Sorotan terhadap GEMES 2026 juga tak lepas dari besarnya anggaran pelaksanaan. Berdasarkan data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Medan, paket penyelenggaraan GEMES 2026 tercatat dengan kode tender 10136337000 dan Kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 64538487, dengan pagu anggaran sekitar Rp2,5 miliar.

Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian publik, terlebih penyelenggaraan GEMES 2025 sebelumnya telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas dugaan tindak pidana korupsi.

Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.

Baca juga: Pengungkapan Terbongkarnya Cara SPBU Nakal di Medan, Seluruh CCTV Dimatikan, 9 Bulan Beraksi

Desak Kejati Sumut Sampaikan Penyelidikan

Praktisi hukum, Alansyah Putra Pulungan, SH, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera menyampaikan perkembangan penyelidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Patut diduga ada sesuatu yang janggal dalam penanganan dugaan korupsi penyelenggaraan GEMES tahun lalu. Sampai sekarang belum ada hasil pemeriksaan yang disampaikan kepada publik, sementara kegiatan yang sama kembali dianggarkan dan digelar,” ujarnya.

Ia juga meminta Kejati Sumut membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan penyimpangan penggunaan anggaran tersebut secara menyeluruh.

“Kejati Sumut harus tegas menyikapi dugaan korupsi ini. Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran atau permainan dalam penanganan perkara,” tegasnya.

Diketahui, penyelenggaraan GEMES 2025 dikerjakan oleh PT Cakrawala Indo Semesta dengan nilai kontrak sekitar Rp2,5 miliar. Dugaan markup harga dalam pelaksanaan kegiatan itu menjadi dasar laporan yang telah disampaikan ke Kejati Sumut.

Masyarakat berharap berbagai kritik terhadap GEMES 2026 menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Medan. Dengan anggaran yang besar, GEMES diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu bertransformasi menjadi festival budaya yang inovatif, memperkuat identitas Melayu, serta memberikan dampak nyata bagi sektor ekonomi dan pariwisata Kota Medan.

Tahun Lalu Anggaran Rp 1,9 Miliar Sepi Peminat

Event antar negara di Medan yakni Gelar Melayu Serumpun (GEMES) 2025 sebagai panggung budaya Melayu sebelumnya jadi sorotan.

Event dengan anggaran Rp 1,9 miliar ini terkesan kurang persiapan, bahkan sepi di hari kedua pelaksanaan setelah dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. 

Suasana pelataran Istana Maimun yang jadi panggung utama terlihat sepi.

Puluhan bangku penonton kosong, perputaran ekonomi dari stand UMKM lesu karena sepi pengunjung. Bahkan kebersihan lokasi sangat memprihatinkan karena banyak sampah berserakan. 

Event budaya antar negara ini jadi catatan karena akan ditampilkan dan dikenang kepada delegasi India, Malaysia, Thailand.

Dari sisi ekonomi lokal juga tak berdampak positif bagi stand UMKM kuliner lokal.

"Sepi kali tahun ini bang. Dari hati pertama sepi juga, mana hujan banjir. Tanya ke kawan-kawan stand lain juga bilang pengunjung turun drastis dari tahun sebelumnya," kata seorang pedagang kuliner dan minuman di area dalam dekat panggung utama. 

Artinya, rencana Pemko Medan menggelontorkan APBD dengan niat meningkatkan ekonomi Medan kontra produktif dengan apa yang disampaikan Dinas terkait.

Buktinya, meja-meja yang disediakan untuk pengunjung lebih banyak digunakan untuk sekedar duduk saja tanpa membeli.

Acara sejak awal terbilang amburadul, karpet dan lantai papan kupak-kapik, mixer sound system mati mendadak saat penyampaian sambutan Gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA, Manna Wasalwa. 

Selain itu, sampah jajanan berserakan di sekuat UMKM sisi kanan dan kiri panggung. Untuk toilet juga begitu miris, kondisi gelap dan bau pesing tanpa ada petugas khusus 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.