PEGAWAI Kopdes Curhat Sudah Kerja Sebulan Tapi Belum Digaji dan Tak Tahu Nominalnya Berapa
Angel aginta sembiring June 28, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Baru-baru ini curhatan seorang pegawai Kopdes Merah Putih menjadi sorotan.

Pasalnya sudah sebulan lebih bekerja, para pegawai Kopdes Merah Putih tersebut belum digaji.

Bahkan mereka tak tahu berapa nominal gaji yang diberikan.

Hal ini diungkap sejumlah pegawai gerai KMP di Kota Blitar mengaku telah bekerja lebih dari satu bulan.

Namun hingga kini belum mengetahui kapan mereka menerima gaji, bahkan berapa nominal upah yang akan diberikan pun masih menjadi tanda tanya.

Situasi tersebut terjadi di gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Bendo yang berada tepat di samping markas Koramil Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Seorang pegawai perempuan yang bertugas di meja kasir gerai KMP Kelurahan Bendo mengaku para pekerja hingga kini belum mendapatkan kepastian mengenai hak mereka.

Baca juga: 2 Komisaris Jadi Sorotan, Usai Ginka Ginting, Asisten Raffi Ahmad Juga Komisaris di Krakatau Posco

“Belum tahu kapan gajian. Nilai gajinya berapa juga kami belum tahu,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut pengakuan para pegawai, pertanyaan mengenai jadwal pembayaran gaji maupun nominal upah sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada Babinsa setempat dan PIC dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang bertugas di wilayah Blitar.

Namun hingga saat ini, belum ada jawaban pasti yang mereka terima.

Sementara itu di sisi lain, calon manajer Kopdes Merah Putih saat ini tengah menjalani latihan militer sebelum ditempatkan.

Namun baru beberapa hari berjalan, sebanyak lima calon manajer Kopdes meninggal dunia saat ikut latihan militer.

Baca juga: Peringati Hari Anti Kekerasan, KontraS Ungkap 31 Kasus Kekerasan di Sumut, 19 oleh TNI

Berikut daftar lima calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal saat mengikuti Latsarmil.

1. Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni 2026 akibat henti jantung di Baturaja).

2. Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni 2026 akibat heat stroke di Balikpapan)

3. Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 23 Juni 2026 akibat tuberkulosis di Jakarta). Novia merupakan warga Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut).

4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal Jumat, 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB di Jakarta)

5. Nola Diasari (meninggal Jumat 26 Juni 2026 pukul 21.03 WIB di Singkawang, Kalimantan Barat)

Lima calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia saat ikut latihan militer itupun kini diberi santunan Rp50 juta.

Adapun lima calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti latihan militer masing-masing mendapat santunan Rp50 juta.

Baca juga: AKAL BULUS SPBU di Gajah Mada Medan Jual Dexlite Tapi Isi Bio Solar, Tiap Beraksi Dapat Rp3 Juta

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum-almarhumah," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ketut, sejak mengalami gangguan kesehatan, kelima peserta sudah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan di satuan pendidikan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan lanjutan.

Ia menegaskan bahwa setiap peserta memiliki kondisi kesehatan dan karakteristik medis yang berbeda-beda sehingga proses penanganannya pun dilakukan secara khusus sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain itu, Kemhan memastikan seluruh peserta telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program latihan.

Sebagai bentuk tanggung jawab negara, Kemhan memberikan santunan kepada keluarga lima peserta yang meninggal dunia.

"Ada santunan yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan langsung sampai pengantaran mulai dari proses di kejadian di tempat sampai dengan pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kita sebagai penyelenggara khususnya sebagai representasi negara.

Kita memberikan santunan ya setiap orang itu Rp 50 juta," kata Ketut.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.