TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo menggelar pemeriksaan mata secara gratis di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Kapanewon Wates, Minggu (28/06/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk program Operasi Katarak Gratis.
Ketua Baznas Kulon Progo, Alfanuha Yushida menyampaikan Operasi Katarak Gratis merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan pemeriksaan mata ini menjadi langkah deteksi awal.
"Pemeriksaan mata ini menjadi langkah deteksi dini, apakah warga yang datang perlu melakukan operasi katarak," jelas Alfanuha ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo.
Warga bisa mendaftar melalui tautan (link) yang disediakan atau datang langsung ke lokasi pemeriksaan mata. Sebanyak 3 petugas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut Alfanuha, tindak lanjut dari pemeriksaan bisa berupa operasi katarak jika diperlukan. Nantinya, dari Baznas Kulon Progo akan membantu pembiayaan operasi katarak secara penuh bagi warga sasaran, terutama mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
"Ada sebanyak 160 peserta yang bisa mengikuti pemeriksaan mata dan screening katarak secara gratis," ujarnya.
Alfanuha mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) DIY. Sebanyak 8 dokter disiapkan untuk tahap operasi katarak, yang akan dilakukan di rumah sakit yang telah direkomendasikan.
Ketua Perdami DIY, dr. Firman Setya Wardhana menyampaikan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan nomor 1 di Indonesia, bahkan dunia. Katarak diikuti dengan kebutaan biasanya dialami oleh orang lanjut usia (lansia), dari umur 50 tahun ke atas.
"Meski begitu, kebutaan karena katarak bisa ditangani dengan cara dioperasi," jelas Firman.
Ia mengatakan Perdami DIY memiliki misi melayani masyarakat dalam hal kesehatan mata, salah satunya lewat operasi katarak gratis. Sinergi dengan Baznas Kulon Progo hari ini pun jadi bentuk kolaborasi dua program dengan tujuan yang sama.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan berharap penjaringan warga yang mengalami katarak bisa lebih luas. Sebab banyak warganya yang lansia memerlukan penanganan berupa operasi katarak demi mencegah terjadinya kebutaan.
"Penjangkauan atau tracing katarak ini sangat bagus karena membantu warga kami di bidang kesehatan, sebab kita yang perlu mendekatkan layanan ke masyarakat," kata Agung.(alx)