Pesantren Al Falah Dago Terbakar, Al Quran Selamat dari Bangunan yang Hangus Dilalap Api
Kemal Setia Permana June 28, 2026 07:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Matahari sore di kawasan Coblong, Kota Bandung, masih menyisakan hawa panas di Pesantren Al Falah Dago, Minggu (28/6/2026).

Kesunyian yang ganjil menyelimuti kompleks pesantren itu. Tak ada lagi lantunan ayat yang bersahutan atau riuh rendah tawa para santri yang biasanya memecah senja, yang tersisa hanyalah aroma hangus yang masih tajam menusuk hidung ditambah campuran antara sisa kayu terbakar, plastik leleh, dan debu arang.

Di ruang kelas, pemandangannya serupa mimpi buruk. Puing-puing kayu yang semula menjadi penyangga kokoh, kini berubah menjadi kerangka hitam yang rapuh.

Serpihan abu pekat menempel tebal di atas keramik masjid dan pelatarannya. Di bagian depan, gulungan karpet yang gosong berserakan, menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya lidah api menjilat kawasan ini pada Sabtu (27/6/2026) sore kemarin.

Melangkah ke bagian dalam masjid, suasana semakin kelabu. Dinding-dinding yang semula bersih kini berubah warna menjadi legam.

Baca juga: SMA Al Falah Jadi Mitra SMAN 3 Bandung dalam Program SSK Maung, Siapkan Kuota 180 Siswa

Cat tembok mengelupas hebat, terkelupas seperti kulit kering akibat jilatan panas ekstrem yang merayap dari bagian atap. Di titik imam, tempat suci yang biasanya tenang itu kini tampak suram, seolah turut meratapi kehilangan yang membekas.

Salah seorang pengurus pesantren, Ilhaq Fauzi menatap sisa kehancuran itu dengan tatapan kosong. Di tengah kesunyian libur sekolah yang baru saja dimulai, dia bersyukur atas satu hal, yakni tak ada jiwa yang hilang dalam peristiwa ini.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Anak-anak sudah libur, sudah pulang ke rumah masing-masing. Saat kejadian, hanya ada sekitar tiga sampai enam anak yang masih di sini," kata Ilhaq dengan suara parau.

Dia mengenang bagaimana api merambat dengan kelakuan yang brutal. Ditambah terik matahari yang menyengat kemarin sore, api seperti mendapatkan bahan bakar tambahan. 

"Api merembet begitu cepat dan langsung membesar," ujarnya.

Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang bersumber dari bagian atap bangunan lama, karena titik api bermula di tempat yang tersembunyi, kobaran itu terlanjur membesar sebelum sempat disadari.

Meski kerugian materiil belum bisa dihitung secara pasti, bahkan uang tabungan santri pun turut hangus dilahap api.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gilirang Bang Bule Dapat Ucapan Hatur Nuhun dari Persib

Namun masih ada secercah harapan yang terselip di antara puing, yakni ada tumpukan Al Quran yang berhasil diselamatkan dari dalam masjid, lembaran-lembaran suci itu masih utuh, kontras dengan kondisi sekelilingnya yang hancur lebur.

Upaya penyelamatan yang dilakukan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Bandung akhirnya membuahkan hasil pada pukul 18.30. Kabid Penyelamatan, Imannuel, menuturkan bahwa laporan masuk sekitar pukul 17.00.

"Objek yang terbakar itu bangunan kawasan; masjid, asrama putri, dan madrasah. Banyak buku dan barang yang mudah terbakar, itu yang membuat api sulit dikendalikan," katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.