Upaya BMKG Malang Tingkatkan Kesiagaan Bencana Alam Melalui Edukasi ke Sekolah
Eko Darmoko June 28, 2026 08:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - BMKG Stasiun Geofisika Malang rutin menyelenggarakan sosialisasi ke sekolah untuk mitigasi bencana gempa bumi.

Tujuan kegiatan ini dilakukan agar guru dan murid siaga dalam merespon peringatan dini secara cepat dan tepat.

Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso mengatakan, sebagai upaya mitigasi bencana, BMKG memiliki dua program yakni BMKG Goes to School dan Sekolah Lapang Gempa Bumi.

"Kegiatan tersebut rutin kami selenggarakan setiap tahun oleh unit pelaksana teknis BMKG," kata Ricko ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM, Minggu (28/6/2026).

Tahun ini, program tersebut mulai gencar dilakukan pada Juli sampai Desember 2026.

Sementara untuk Sekolah Lapang Gempa akan berlangsung di September mendatang yang berlokasi di Sidoarjo.

Baca juga: Rope Jump, Sensasi Melompat dari Ketinggian 40 Meter di Jembatan Tegaron Kabupaten Malang

Sedangkan terkait BMKG Goes to School pihaknya masih mendata sekolah mana saja yang akan dikunjungi.

Namun pihaknya mempersilahkan kepada sekolah maupun komunitas manapun untuk mengikuti program ini.

"Sekolah atau komunitas di area Malang dan sekitarnya yang mau dikunjungi atau menjadi target program ini bisa menghubungi kami di media sosial Instagram stageof.malang," jelasnya.

"Kami juga terbuka untuk kunjungan-kunjungan dari user yang membutuhkan sosialisasi," sambungnya.

Terkait materi yang disosialisasikan pada program ini meliputi pengenalan potensi bencana gempa bumi dan tsunami, menjelaskan cara kerja sistem peringatan dini, melatih warga sekolah untuk memahami titik kumpul aman di area sekolah.

Sementara itu, berdasarkan data dari (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, selama periode 19-25 Juni 2026 telah mencatat sebanyak 175 gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Rinciannya 143 kejadian gempa bumi dangkal dan 32 kejadian gempa bumi menengah.

Gempa bumi paling banyak terekam pada 22 Juni 2026 dengan jumlah 30 kejadian, sedangkan paling sedikit terjadi pada 23 Juni 2026 dengan total 21 kejadian.

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng

tektonik IndoAustria dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," pungkas Ricko.

Baca juga: Kedai Kopi Mbok Bawel di Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang, Ada Beragam Jenis Kopi yang Disuguhkan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.