TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Tim All-Stars Kudus menjuarai kompetisi sepak bola putri bertajuk MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026.
Kudus mengalahkan All-Stars Jakarta dalam laga final yang berlangsung Supersoccer Arena Rendeng Kudus, Minggu (28/6/2026).
Dalam laga final tersebut, kedua tim bermain sengit. Pertandingan yang berlangsung 2x20 menit tersebut berlangsung tanpa gol.
Akhirnya, pertandingan dilanjutkan dengan babak penalti. Dalam penalti ini Kudus unggul dengan skor 4-3.
Baca juga: Final Sepak Bola Putri di Kudus Pertemukan Kudus Vs Jakarta
• Disdik Jateng: Jangan Takut, Lapor ke Kami Jika Sekolah Pungut Uang Seragam
Pelatih All-Stars Kudus, Yayat Hidayat mengatakan, dalam babak final tersebut anak asuhnya tampak sangat berjuang keras demi mempertahankan gelar juara yang pernah disabet pada tahun sebelumnya pada kompetisi serupa.
Hasilnya memang berujung manis. All-Stars Kudus menang meskipun melalui drama adu penalti.
“Karena kunci kemenangan yaitu anak mau bekerja keras. Di lapangan mereka mampu memaksimalkan instruksi pelatih."
"Selama masa persiapan mereka juga serius dalam menjalani program latihan,” ujar Yayat.
Pemain All-Stars Kudus, Sabrina D Ristiyana mengatakan, selama menjalani pertandingan babak final dia merasa sangat tegang.
Baginya, ini merupakan partai yang harus direbut kemenangannya demi mempertahankan gelar juara yang pada tahun sebelumnya juga dipetik oleh All-Stars Kudus.
“Untuk mengatasinya, kami mencoba melupakan ketegangan,” kata Sabrina.
MilkLife Soccer Challenge All-Stars merupakan kompetisi yang diinisiasi oleh MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Dalam kejuaraan ini terdapat 12 tim dari 12 kota di Indonesia.
Para atlet perwakilan dari 12 kota dalam kompetisi ini merupakan atlet terbaik setelah menjalani serangkaian turnamen di masing-masing kota.
Sepanjang MilkLife Soccer Challenge All-Stars juga berlangsung penjaringan pemain berbakat untuk mewakili Indonesia dalam ajang SingaCup di Singapura.
Terdapat 16 pemain U-12 dari penjaringan selama kompetisi yang diumumkan langsung Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago.
Kemudian yang kategori U-14 terpilih 18 nama yang diumumkan langsung oleh Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann.
Sabrina merupakan satu di antara pemain terbaik yang dipilih untuk diikutkan dalam kompetisi di Singapura mendatang.
Dia bersyukur dan senang. Dia berharap pada kompetisi di Singapura mendatang, timnya bisa menjadi juara.
“Sebelum ke Singapura bisa berlatih lebih matang lagi. Rutin latihan setiap pagi dan sore hari,” kata Sabrina.
Baca juga: Demi Cucu, Jumadi Kalungkan Tiga Boneka Unta dari Tanah Suci, Kloter 42 Tiba di Kudus
• Minyakita Berbau Solar Meluas hingga 4 Kabupaten di Jawa Tengah, Warga: Tenggorokan Nyegrak
Sementara Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menjelaskan, pada kompetisi kali ini mengalami peningkatan kualitas permainan.
Dia menilai perkembangan sepak bola putri yang sudah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami perkembangan pesat.
“Ini pertanda baik untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia. Dengan program yang dilakukan ke depan, ini dalam rangka membuat ekosistem sepak bola putri di Indonesia yang semakin terbentuk,” kata Teddy.
Sementara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai, kejuaraan sepak bola putri yang dipusatkan di Kudus merupakan kesempatan luar biasa.
Dengan adanya even olahraga skala nasional yang digelar di Kudus, setidaknya ada imbas positif yang bisa dipetik oleh warga Kudus.
“Untuk itu kami sangat mendukung penuh apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk meningkatkan sport tourism di Kudus,” kata Sam’ani.
Selain mampu membawa nama Kudus ke kancah nasional bahkan ke internasional, even olahraga acap berlangsung di Kudus berdampak pada peningkatan ekonomi.
Dia mencontohkan, setiap terdapat even olahraga, hotel di Kudus senantiasa penuh. Kemudian UMKM lokal juga turut menikmati dengan adanya tamu dari luar daerah yang belanja di Kudus. (*)