Pulang dari Pura, Saksi Temukan Jenazah di Hutan Sangyang Jatiluwih, Kepala Sudah Terlihat Tengkorak
Ida Ayu Suryantini Putri June 28, 2026 08:37 PM

 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Penemuan mayat di kawasan Hutan Sangyang, Jatiluwih, Minggu 28 Juni 2026 menggegerkan warga Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Jenazah tersebut ditemukan bersimpuh dengan kondisi sudah membusuk hingga terlihat tengkorak oleh seorang warga, I Gede Made Sutarjayasa.

Saat itu sekitar pukul 7.30 Wita, saksi hendak menghaturkan upakara di Pura Kak Resi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya. 

Saat perjalanan pulang, Gede mencium bau tidak sedap dari sekitar lokasi.

Baca juga: Mayat Tersangkut di Sungai Ayung Ubud Bali, Evakuasi Terkendala Akses hingga Dialihkan Lewat Badung

Penasaran, ia pun mencari sumber bau hingga menemukan jenazah di sebuah cekungan tanah di tengah kawasan hutan.

"Saat dicari asal bau itu, dari jarak sekitar 15 meter warga ini melihat sesosok tubuh manusia berada di dalam cekungan tanah dengan posisi bersimpuh dengan masih menggunakan pakaian," ujar Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Arnaya.

Namun karena di tengah hutan, saksi pun merasa takut dan kemudian meninggalkan lokasi. Kendati demikian dengan temuan itu kata Arnaya saksi langsung  melaporkan kepada Kepala Wilayah Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu.

"Menerima laporan itu, kami dari personel Polsek Penebel bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk pemeriksaan. Saat di lokasi memang ditemukan mayat dan langsung dievakuasi bersama BPBD Tabanan," ucapnya.

Baca juga: TEWAS di Samping Kloset Kamar Mandi Terkunci di Jalan Drupadi, Mayat Pria Ketemu Usai Pintu Didobrak

Pihaknya pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan tim Identifikasi Polres Tabanan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut sehingga identitas korban belum dapat diketahui.

Saat ini jenazah pun langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk dilakukan autopsi.

Lanjut dijelaskan, di sekitar lokasi penemuan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya tas tenteng warna hijau tosca bertuliskan "Paradise Madness", jaket biru tua bertuliskan "Diesel Worldwide Editions", sebuah ponsel iPhone dengan casing merah, vape merek Oxva, obat Sangobion, vitamin C, dua buah kacamata, jas hujan warna oranye, air minum kemasan 1,5 liter, serta headset merek Redmi.

"Hingga saat ini, penyebab kematian maupun identitas korban masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Kami juga masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban," bebernya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera menghubungi aparat kepolisian guna membantu proses identifikasi korban. 

"Kami menduga korban merupakan pendaki. Namun untuk memastikan WNA atau WNI dan identitas yang lain masih dalam penyelidikan," imbuhnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.