Daftar Fakta Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Ayahnya Sujud Depan Bupati
Rr Dewi Kartika H June 28, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM -  dr. Elizabeth Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha ditemukan meninggal dunia di lantai dua rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dokter Ica diduga mengakhiri hidupnya sendiri.

Pihak keluarga mengungkapkan dokter berusia 28 tahun itu mengalami tekanan psikologis berat berupa depresi akibat dugaan intimidasi dari oknum anggota DPRD TTU saat bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu pada Sabtu (13/6/2026).

Paman dr. Icha, Victor Manbait, membeberkan bahwa keponakannya menangis dan ketakutan usai dibentak oleh dua pria yang mengaku anggota dewan saat menangani pasien anak korban gigitan ular.

Berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan, dr. Icha dinyatakan mengalami depresi berat hingga harus menjalani perawatan sejak 15 Juni sebelum akhirnya dibawa ke Kupang demi mencari rasa aman.

"Dokter Icha mengaku masih ketakutan dan mengalami tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap Victor.

Bahkan, menurut Victor, dr. Icha sempat mengatakan rela mengorbankan dirinya agar rekan sejawatnya tidak mengalami perlakuan serupa.

Bantahan Anggota DPRD TTU dan Langkah Polisi

Dua anggota DPRD TTU yang terseret dalam kasus ini, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah tuduhan intimidasi tersebut.

Mereka menyatakan situasi memanas karena pihak keluarga panik melihat kondisi pasien, yang dinilai belum mendapat penanganan lanjutan yang menenangkan setelah dirujuk dari RSUD Kefamenanu.

"Kami akui dalam situasi itu nada bicara memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter ataupun tenaga kesehatan," kata Therensius Lazakar kepada Kompas.com.

Norbertus menambahkan bahwa mereka telah meminta maaf kepada pihak rumah sakit dan dr. Icha sebelum pulang dari IGD malam itu.

Meski demikian, aparat kepolisian memastikan pengusutan kasus tetap berjalan. Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan penyidik akan mengklarifikasi tiga anggota DPRD TTU, yakni Therensius Lazakar (Golkar), Robertus Bani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP).

Polisi juga menggandeng ahli pidana dan ahli psikologi forensik untuk mendalami rekam medis kejiwaan korban.

Surat Wasiat Diamankan, Kemenkes Turun Tangan

Di sisi lain, Polres Kupang di bawah pimpinan AKBP Rudy Junus Jacob Ledo telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penemuan jenazah. Selain tali nilon dan dokumen pribadi, polisi juga menyita dua unit telepon genggam serta sepucuk surat wasiat yang ditulis tangan oleh dr. Icha.

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Helmi Wildan mengatakan isi surat tersebut masih didalami penyidik.

Merespons polemik perlindungan tenaga medis ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengutuk segala bentuk perundungan dan intimidasi terhadap tenaga kesehatan.

Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan bersama Inspektorat Jenderal memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

"Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi," tegas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.

Detik-detik Ayah dr. Icha Bersujud dan Memeluk Bupati TTU

Bupati TTU tiba di rumah duka didampingi Kapolres TTU AKBP Eliana Papote beserta rombongan untuk memberikan penghormatan terakhir di hadapan jenazah dokter muda tersebut.

Ketika rombongan memasuki ruangan tempat jenazah disemayamkan, tangis ibunda almarhumah langsung menyambut mereka.

Tak lama berselang, Gabriel Pakaenoni yang berada di bagian belakang ruangan langsung menghampiri bupati. Dengan suara bergetar dan air mata yang terus mengalir, ia berlutut dan bersujud di lantai.

"Kenapa kalian banyak-banyak datang ke sini, Bapak Bupati, saya mohon ampun," ucap Gabriel sambil bersujud dan memeluk erat Bupati TTU, Sabtu (27/6/2026).

Gabriel terus menangis dan menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang menimpa mendiang putrinya sebelum meninggal dunia.

"Ini Pak Bupati punya anak," tuturnya lirih sembari terus memeluk sang bupati.

Melihat aksi penuh duka dari seorang ayah yang kehilangan anaknya, Bupati Yosep Falentinus Kebo Delasalle turut larut dalam kesedihan. Ia tampak menahan air mata, mengelus pundak orang tua almarhumah, dan berusaha menguatkan keluarga sebagai bentuk empati.

Kontak Bantuan

Bunuh diri dapat terjadi ketika seseorang mengalami depresi dan merasa tidak mendapatkan bantuan. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kondisi serupa, jangan menyerah atau mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup.

Layanan konseling dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan bantuan. Informasi mengenai layanan kesehatan jiwa dan berbagai alternatif layanan konseling dapat diakses melalui website Into the Light Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.