Jokowi Dapat Gelar 'Baginda Pemuka Bangsa', Pengamat: Harus Dilihat dari Dampak Kebijakan
Moch Krisna June 28, 2026 09:32 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG --
Pengamat Politik STISIPOL Candradimuka Palembang, Ade Indra Chaniago, menyoroti pemberian gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Lampung, Sabtu (27/6/2026) lalu.

Ade menilai, di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih berat, sorotan publik seharusnya lebih tertuju pada penyelesaian persoalan rakyat. Ia menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari daya beli yang belum pulih, ancaman PHK di berbagai sektor, hingga mahasiswa yang masih berjuang membayar UKT.

Menurutnya, tidak ada yang keliru dengan masyarakat adat yang memberikan penghormatan. Hal itu merupakan hak dan kearifan lokal yang patut dihormati. Namun, ia menambahkan masyarakat juga berhak mempertanyakan momentum di balik penghargaan tersebut.

"Penghormatan tertinggi bagi seorang pemimpin bukanlah gelar yang disematkan dalam sebuah prosesi, melainkan kepercayaan yang lahir dari kebijakan yang mampu menghadirkan kesejahteraan, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas ekonomi, serta memberikan harapan bagi rakyat," ujar Ade, Minggu (28/6/2026).

Ia juga menyampaikan, sejarah akan mencatat dampak kepemimpinan seorang tokoh, bukan jumlah gelar yang diterima. "Sejarah akan mencatat apakah pada masa kepemimpinannya rakyat hidup lebih sejahtera, memperoleh kesempatan yang lebih baik, dan merasakan keadilan," katanya.

Ade menegaskan, bagi rakyat penghargaan yang paling bermakna adalah kehadiran negara yang mampu menjawab persoalan mereka.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, resmi menyandang gelar adat kehormatan "Baginda Pemuka Bangsa" yang dianugerahkan langsung oleh perwakilan lima kerajaan adat besar di Provinsi Lampung.

Prosesi penganugerahan sakral ini berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental di kawasan cagar budaya Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung.

Pemberian gelar tertinggi ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi masyarakat adat atas dedikasi serta kepemimpinan nasional yang telah ditorehkan Jokowi bagi bangsa.

Upacara adat ini sekaligus menjadi satu di antara puncak magnet kebudayaan dalam rangkaian kunjungan maratonnya selama tiga hari di Bumi Ruwa Jurai.

Usai menyandang gelar baru tersebut, sang mantan kepala negara dijadwalkan langsung tancap gas melanjutkan safari sosial dan politiknya ke sejumlah wilayah kabupaten sekitar.

Jokowi bersama rombongan terbatas mendarat di lokasi Kedatun Keagungan yang berada di Jalan Sultan Haji, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, sekitar pukul 08.06 WIB.

Kedatangan ayahanda Kaesang Pangarep ini langsung disambut dengan upacara adat Nemui Nyimah (penyambutan tamu agung) yang hangat sebelum dirinya diarahkan menuju Gedung Pusiban untuk mengikuti sumpah adat.

Pemberian gelar adat pada Sabtu (27/6/2026) ini menandai rangkaian hari kedua dari agenda kunjungan tiga hari Jokowi di Provinsi Lampung, yang sudah bergulir sejak Jumat kemarin dan dijadwalkan berakhir pada Minggu esok.

Pada hari pertama kunjungannya, Jokowi mencatatkan jadwal padat dengan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kabupaten Mesuji, dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah Salat Jumat berjemaah di Masjid Agung Baitul Amal.

Estafet perjalanan hari pertama kemudian bergeser ke Kabupaten Tulang Bawang untuk agenda Rakorda PSI serta ditutup dengan kemeriahan menyaksikan Kirab Pawai Budaya dan Karnaval Gajah yang memukau ribuan warga sebelum rombongan bertolak istirahat ke Bandar Lampung.

Pasca-prosesi sakral penganugerahan gelar di Kedatun Keagungan ini, Jokowi tidak memiliki banyak waktu bersantai. Ia dijadwalkan langsung bertolak menghadiri Rakorda PSI Kota Bandar Lampung, untuk membakar semangat para kader muda sekaligus menyapa ribuan relawan lintas organisasi yang telah menyemut menantinya.

Tak hanya urusan politik, Jokowi juga dijadwalkan melakukan napak tilas sejarah dengan mengunjungi Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran, menyambangi Padepokan Gajah Lampung, serta turun langsung meninjau aktivitas ekonomi kreatif para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Maliosewu.

Rangkaian hari kedua yang melelahkan ini akan ditutup dengan agenda ramah tamah eksklusif bersama jajaran pengurus pusat-daerah PSI dan elemen organisasi relawan.

Sementara pada hari pamungkas kunjungannya, Minggu (28/6/2026) besok, Jokowi dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Lampung Timur untuk menghadiri Kirab Budaya skala besar.

Perjalanan di Lampung akan resmi ditutup dengan agenda silaturahmi spiritual bersama para kiai sepuh dan ribuan santri di sejumlah pondok pesantren terkemuka, sebelum akhirnya rombongan bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Radin Inten II pada sore hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.