Kronologi Tantri Kotak Diduga Ditipu Sahabat, Modus Pelaku Tawakan Investasi hingga Jual Kesedihan
Adi Suhendi June 28, 2026 10:19 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, buka suara mengenai kronologi dugaan penipuan yang menimpa dirinya.

Aksi penipuan ini diduga kuat dilakukan sosok yang sudah dianggapnya sebagai sahabat dekat.

Mirisnya, sebelum membawa kabur uang, pelaku sempat memelas meminta pertolongan kepada Tantri.

Berikut kronologi berdasarkan pengakuan Tantri Kotak:

Berawal dari Komunitas Ibu-ibu Sekolah

Hubungan antara Tantri dan terduga pelaku ternyata bukan baru kemarin sore. Keduanya sudah saling mengenal dekat selama setengah dekade terakhir melalui lingkaran pertemanan di sekolah anak mereka.

"Kita tuh temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Ibu-ibu sekolah yang memang aku kenal sama dia dari zaman anakku yang pertama TK, sudah hampir lima tahun ya," kata Tantri Kotak ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Jadi Korban Penipuan Teman Sendiri, Tantri Kotak Sempat Ragu saat Diajak Bisnis Investasi

Saking dekatnya, istri dari Arda eks Naff ini bahkan sering menghabiskan waktu luang bersama terduga pelaku, mulai dari liburan keluarga hingga agenda girls time.

"Selayaknya seorang teman, kita sempat liburan bareng-bareng gitu keluarga. Terus abis itu liburan perempuan-perempuan doang," ujarnya.

Modus Menawarkan Investasi dan Jual Kesedihan

Memasuki 2025, pelaku yang diketahui menduduki jabatan strategis sebagai seorang sales mulai melancarkan aksinya. 

Ia mendekati Tantri dan rekan-rekannya dengan dalih mengejar target pekerjaan serta membutuhkan bantuan finansial.

"Dia menawarkan sebuah produk. 'Eh lu mau beli nggak produk gue,' gitu. 'Gue butuh bantuan.' Awalnya, 'Gue butuh bantuan invest deh gitu, biar gue tuh stabil di posisi pekerjaannya'," jelas Tantri Kotak.

Rasa iba Tantri semakin menjadi lantaran mengetahui status pelaku yang berjuang sebagai orang tua tunggal. 

Tanpa curiga, Tantri pun sepakat untuk menyetorkan modal.

Baca juga: Tantri Kotak dan Arda Tegaskan Pemulihan Bencana Sumatra Butuh Dukungan Jangka Panjang

"Karena memang kita basic-nya temen dan nggak ngelihat yang gimana-gimana dan kita tahu banget gitu dia punya anak, dia single mother, background-nya itu," tutur Tantri.

Selama setahun penuh, investasi tersebut berjalan tanpa kendala berarti. Hal inilah yang membuat Tantri beserta teman-teman satu komunitasnya benar-benar menaruh kepercayaan penuh.

"Semua temen-temenku yang di komunitas ini juga semuanya baik-baik aja. Pokoknya sangat lama ya, prosesnya, bertahap sampai kita tuh akhirnya 'Oh ya bener, bener kok ini,' gitu. 'Investasi ini tuh bener,' gitu," ungkapnya.

Pelantun lagu Pelan-Pelan Saja ini mengakui bahwa pelaku sangat piawai dalam memanipulasi psikologis para korban agar terus merasa iba.

"Dia jago banget menata psikologis semua temen-temennya gitu, dan jago banget mengecap, meyakinkan semua teman-temensya kalau dia tuh adalah orang-orangnya yang butuh dibantu dan dia pengen ngebantu gitu tanda kutip," tuturnya.

Sempat Ingin Berhenti demi Biaya Sekolah Anak

Memasuki pertengahan Juni 2026, Tantri sebenarnya sudah berniat untuk menyudahi investasi tersebut karena ingin mengalokasikan dananya untuk keperluan pendidikan sang buah hati. 

Namun, bujuk rayu pelaku kembali meruntuhkan pertahanannya.

"Aku sempat hampir mau stop kan, karena udahlah nanti aja gitu, aku butuh spend budget untuk anak-anakku masuk sekolah, uang masuk sekolah dan lain-lain gitu," ucap Tantri.

"Tapi dia... kembali lagi, dia berhasil banget gitu meyakinkan dia butuh untuk anak-anaknya juga buat sekolah gitu," lanjutnya.

Menghilang Tanpa Jejak 

Terbuai dengan alasan seputar sekolah anak, Tantri akhirnya kembali mengirimkan sejumlah uang berturut-turut pada 18 dan 19 Juni 2026. 

Siapa sangka, itu menjadi transaksi terakhirnya sebelum pelaku memutus komunikasi.

"Jadi ya udahlah masukin lah, tanggal 18. Masukin lagi tanggal 19. Habis transfer, sorenya ilang. Aku masih kayak husnuzan aja, masih yang mikir 'enggak, enggak, enggak'," ujar Tantri.

Harapan Tantri agar sang sahabat memberikan kabar pun pupus.

Pelaku kini hilang bak ditelan bumi dan telah menghapus seluruh jejak digitalnya.

"Tapi kok 1 kali 24 jam nggak ada kabar sama sekali, 2 kali 24 jam nggak ada kabar sama sekali. Pas didatangin Instagram semua dihapus, eh social media dan lain-lain," pungkasnya.

Total kerugian dari seluruh korban diperkirakan mencapai Rp 10 miliar, di mana para korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk sesama rekan dekat pelaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.