TRIBUNTRENDS.COM - Langit pagi di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara mungkin masih tampak biasa. Aktivitas warga berjalan seperti biasanya, kendaraan mulai memenuhi jalan, warung-warung membuka pintu, dan masyarakat bersiap menjalani rutinitas awal pekan.
Namun di balik itu, PT PLN (Persero) UP3 Samarinda mengeluarkan informasi penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat.
PLN mengumumkan adanya pekerjaan pemeliharaan jaringan distribusi listrik 20 KV yang akan berdampak pada penghentian sementara aliran listrik di sejumlah wilayah pada Senin, 29 Juni 2026.
Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pemeliharaan jaringan disebut menjadi bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan agar pasokan listrik di wilayah Samarinda dan sekitarnya tetap stabil dan aman dalam jangka panjang.
Baca juga: Cek Info Pemadaman Listrik Semarang Barat Hari Ini Kamis 25 Juni 2026, Benarkah Mati Lampu 5 Jam?
Berdasarkan informasi resmi dari PLN UP3 Samarinda, pekerjaan pemeliharaan dijadwalkan berlangsung:
Hari/Tanggal: Senin, 29 Juni 2026
Waktu: 10.00 – 16.00 WITA
Pekerjaan: Pemeliharaan Jaringan Distribusi 20 KV
Wilayah Kerja Unit: PLN ULP Kota Bangun
PLN juga menjelaskan bahwa apabila pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, maka aliran listrik akan segera dinormalkan kembali.
Pemadaman sementara akan berdampak pada sejumlah kawasan di wilayah Kota Bangun dan sekitarnya, antara lain:
Warga di area tersebut diimbau untuk bersiap lebih awal guna mengantisipasi penghentian sementara pasokan listrik selama proses pemeliharaan berlangsung.
Baca juga: PLN Umumkan Pemadaman Listrik di Solo Hari Ini, Berikut Jadwal dan Wilayah Terdampak
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat, pemeliharaan jaringan menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda. PLN menyebut sistem distribusi 20 KV memiliki peran vital dalam menjaga suplai listrik tetap stabil ke rumah warga, fasilitas umum, sekolah, pusat usaha, hingga layanan pemerintahan.
Jika pemeliharaan tidak dilakukan secara berkala, risiko gangguan lebih besar bisa terjadi sewaktu-waktu. Mulai dari tegangan tidak stabil, korsleting jaringan, hingga pemadaman mendadak berskala luas.
Karena itu, meski pemadaman terencana sering menimbulkan ketidaknyamanan sementara, langkah tersebut justru dilakukan untuk mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.
Pemadaman selama enam jam tentu akan memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Sejumlah warga diperkirakan harus menyesuaikan jadwal pekerjaan rumah, aktivitas usaha, hingga penggunaan perangkat elektronik.
Bagi pelaku UMKM dan usaha rumahan, terutama yang bergantung pada mesin listrik dan pendingin, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Sementara bagi masyarakat yang bekerja dari rumah atau mengandalkan jaringan internet, persiapan cadangan daya menjadi hal penting.
Tak sedikit pula warga yang mulai mengisi penuh baterai ponsel, power bank, hingga menyiapkan stok air sebelum jadwal pemadaman dimulai.
Agar tetap bisa bertahan saat pemadaman, masyarakat disarankan menyiapkan beberapa alat berikut:
1. Lampu Emergency LED
Lampu ini otomatis menyala saat listrik padam, sangat berguna untuk penerangan darurat di rumah. Tribunners bisa membeli lampu emergency di sini klik link
2. Power Bank Kapasitas Besar
Menjaga ponsel tetap aktif untuk komunikasi, informasi, dan kebutuhan darurat. Tribunners bisa membelinya di sini, klik link
3. Senter Rechargeable
Lebih aman dibanding lilin, serta bisa digunakan berulang kali tanpa biaya tambahan. Tribunners bisa membelinya di sini, klik link
4. Power Station
Solusi cadangan untuk kebutuhan listrik skala kecil di rumah atau usaha. Cocok untuk menjaga komputer atau perangkat penting tetap menyala beberapa menit saat listrik padam, selain itu Power Station juga bisa digunakan untuk TV, Kulkas hingga mesin air. Tribunners bisa membelinya di sini, klik link
PLN turut mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keselamatan ketenagalistrikan selama pekerjaan berlangsung.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:
PLN juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan waktu pekerjaan di lapangan yang dapat disesuaikan dengan kondisi teknis.
Sebagai salah satu kota berkembang di Kalimantan Timur, kebutuhan listrik di wilayah Samarinda dan sekitarnya terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pertumbuhan kawasan permukiman, industri, hingga aktivitas ekonomi membuat beban jaringan listrik semakin besar.
Karena itu, pemeliharaan jaringan distribusi menjadi langkah strategis untuk memastikan sistem tetap mampu menopang kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Terlebih, wilayah Kota Bangun dan area sekitarnya menjadi salah satu jalur distribusi penting yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Di tengah berbagai aktivitas yang akan terdampak sementara, masyarakat tentu berharap proses pemeliharaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
PLN sendiri memastikan petugas akan bekerja maksimal agar pekerjaan selesai sesuai target dan pasokan listrik bisa kembali normal secepat mungkin.
Meski hanya berlangsung sementara, pemadaman terencana ini kembali mengingatkan betapa pentingnya listrik dalam kehidupan modern. Saat aliran listrik berhenti beberapa jam saja, hampir seluruh aktivitas ikut melambat.
Karena itu, warga diimbau untuk menyesuaikan aktivitas sejak pagi dan tetap mengikuti informasi resmi terbaru dari PLN terkait perkembangan pekerjaan di lapangan.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)