Sensasi Terbang Ketinggian 500 Meter Bisa Dinikmati di Sani-Sani Kolaka, Tarif Paralayang Rp600 Ribu
Sitti Nurmalasari June 29, 2026 01:47 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sensasi terbang dari ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut kini bisa dinikmati masyarakat di Puncak Indah Kapu Tiga, Desa Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Destinasi wisata paralayang tersebut telah diresmikan Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, Minggu (28/6/2026).

Pengunjung yang ingin merasakan pengalaman terbang dikenakan tarif Rp600 ribu per orang.

Biaya itu sudah termasuk transportasi dari area pendaratan menuju titik lepas landas (take off) serta dokumentasi.

Penerbangan akan dilakukan secara tandem atau ditemani atlet paralayang.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Ekstrem Sulawesi Tenggara, Paralayang hingga Diving Uji Adrenalin di Libur Nataru

Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, mengatakan Puncak Indah Kapu dipilih sebagai lokasi paralayang karena memiliki karakteristik alam yang mendukung.

Kawasan tersebut berada di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut, dan didukung arah angin yang stabil dari timur serta area pendaratan yang luas.

Sehingga, aman digunakan untuk latihan maupun penerbangan wisata.

“Keberadaan fasilitas baru ini diharapkan mampu memicu minat masyarakat lokal sekaligus melahirkan atlet-atlet olahraga dirgantara yang berprestasi di tingkat nasional,” kata Tarmuji saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Ia menyampaikan, Kabupaten Kolaka saat ini telah memiliki lima atlet paralayang binaan. 

Baca juga: Rekomendasi Tiga Tempat Wisata di Kota Kendari Sultra Sajikan Pemandangan Teluk dan Jajanan Murah

Salah satunya merupakan Kepala Desa Sani-Sani yang pernah meraih juara ketiga dalam kejuaraan paralayang di Madiun.

“Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan olahraga ini sekaligus meningkatkan minat masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, pengelola berencana meningkatkan kualitas area lepas landas agar semakin aman.

Penguatan struktur tanah juga akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor saat musim hujan.

Selain menjadi lokasi olahraga dirgantara, kawasan tersebut juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata terpadu.

Baca juga: Rekomendasi 4 Tempat Wisata di Buton Tengah Tak Boleh Dilewatkan, Surga Tersembunyi Negeri 1000 Gua

“Olahraga dirgantaranya ada, wisatanya ada, dan agrowisatanya juga sangat potensial karena tanaman cengkih cukup banyak di sini. Selain itu, lokasinya dekat dengan laut dan ada juga wahana arung jeram,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Andi Pangoriseng, mengatakan Desa Sani-Sani memiliki konsep wisata trimatra, yakni memadukan potensi darat, laut, dan udara dalam satu kawasan.

Menurutnya, wisatawan dapat menikmati pantai, arung jeram, agrowisata perkebunan cengkih dan kakao, hingga wisata udara berupa paralayang.

Ke depan, pemerintah akan melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti akses air bersih, MCK, musala, hingga cottage atau pondok untuk pengunjung.

“Pengelolaan kawasan juga akan melibatkan masyarakat setempat melalui penyediaan jasa transportasi menuju lokasi lepas landas, serta ruang bagi pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga,” jelasnya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Kolaka Sulawesi Tenggara, Sungai Tamborasi hingga Rumah Adat Mekongga

Jarak Desa Sani-Sani dengan Kantor Bupati Kolaka sekira 29,5 kilometer (km), waktu tempuh 51 menit berkendara.

Kantor pemerintahan ini berada di Jalan Pemuda No 118, Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka.

Jarak Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Desa Sani-Sani sekira 188 km, waktu tempuh 4 jam 20 menit. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.