TRIBUNJOGJA.COM – Henry Moodie, penyanyi berkebangsaan Inggris merupakan salah satu penampil di Prambanan Jazz Festival 2026.
Henry Moodie memulai karir musiknya di tahun 2022 dengan lagu berjudul “You Were There for Me”.
Di usia mudanya, Henry sudah merilis banyak karya yang ia tulis sendiri.
Tak hanya merilis lagu di platform musik, Henry juga beberapa kali melakukan tur.
Di penghujung minggu ini, tepatnya pada 5 Juli 2026, Henry Moodie akan tampil di panggung Prambanan Jazz Festival 2026.
Bagi Tribunners yang hadir di hari ketiga PJF 2026, mari kita intip 5 lagu teratas karya Henry Moodie!
Lagu ini merupakan lagu Henry Moodie yang paling populer.
Di Spotify, lagu ini telah diputar lebih dari 590 juta kali.
Lagu ini merupakan bagian dari album “In All of My Lonely Nights” dan “Mood Swings”.
Lagu ini menceritakan tentang perasaan setelah berpisah dengan orang terkasih.
Lagu ini bercerita dari sudut pandang orang yang kesulitan untuk melupakan dan melepaskan mantan kekasih yang masih dicintai.
Judulnya merujuk pada aktivitas mengirim drunk text (pesan yang ditulis saat sedang mabuk).
Drunk text lekat dengan menyampaikan segala hal yang selama ini dipendam tanpa menyembunyikan apapun.
Di lagu ini, tokoh utama berusaha untuk terlihat biasa saja, tetapi selalu tergoda untuk mengirim drunk text.
Hal ini terus terjadi bahkan setelah beberapa bulan berlalu sejak perpisahannya.
Lagu ini cocok untuk Tribunners yang belum berhasil move on.
Lagu ini merupakan lagu debut Henry Moodie di tahun 2022 yang membawanya pada ketenarannya sekarang.
Lagu ini kemudian masuk ke dalam album “In All of My Lonely Nights”.
Lagu ini menceritakan rasa syukur yang ditujukan kepada orang yang selalu hadir kala kita merasa hancur, kehilangan arah, atau tidak percaya diri.
Lagu ini menekankan pentingnya menghargai kehadiran seseorang di momen apapun, karena dukungan sekecil apapun dapat mengubah jalan hidup seseorang.
Lagu ini cocok untuk Tribunners yang sedang merindukan orang dari masa lalu.
Lagu ini merupakan bagian dari album “In All of My Lonely Nights” dan album “Mood Swings”.
Lagu ini bercerita tentang menemani seseorang yang sedang berjuang melawan gangguan kecemasan, perasaan kesepian, dan hari-hari yang berat.
Melalui lagu ini, Henry ingin menekankan kepada pendengarnya bahwa tidak ada seorangpun yang sendirian di dunia ini.
Henry juga ingin menekankan bahwa akan selalu ada orang yang siap membantu selama seseorang berani meminta bantuan.
Lagu ini berpesan kepada pendengar bahwa tidak apa jika suatu hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan, semua orang pasti pernah melewati hari yang buruk.
Lagu ini cocok sebagai teman kala Tribunners merasa sendirian setelah melewati sesuatu yang berat.
Lagu ini merupakan bagian dari album “Good Old Days” dan “Mood Swings”.
Lagu ini menceritakan tentang hubungan menyakitkan ketika bertemu orang yang tepat, tetapi waktunya belum tepat.
Lagu ini menekankan bahwa keberhasilan sebuah hubungan bukan hanya didukung oleh cinta, tetapi harus didukung juga oleh keadaan, waktu, dan lingkungan sekitar.
Akan tetapi, lagu ini juga dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa tidak semua cinta harus berujung bahagia bersama-sama.
Lagu ini cocok untuk Tribunners yang pernah berada di hubungan yang salin mencintai, tetapi faktor lainnya belum mendukung.
Lagu ini merupakan bagian dari album “In All of My Lonely Nights”.
Lagu ini menceritakan tentang keadaan pascahubungan berakhir ketika tokoh utamanya merasa sulit melanjutkan hidup karena belum adanya penjelasan yang memuaskan.
Setelah hubungan berakhir, satu pihak kerap mencari penjelasan di balik berakhirnya hubungan.
Banyak orang merasa penjelasan ini diperlukan agar kedua pihak dapat benar-benar melepaskan satu sama lain.
Padahal, tidak semua perpisahan memberikan alasan dan penjelasan yang kita inginkan.
Lagu ini cocok untuk Tribunners yang hubungannya pernah berakhir tanpa alasan yang jelas.
Nah, itu dia 5 lagu teratas Henry Moodie!
Tribunners paling semangat menyambut penampilan yang mana?
(MG Hasna Aulia Syafitri)