TRIBUNJOGJA.COM - Bagi para pecatur, menjadi Grandmaster (GM) adalah pencapaian paling bergengsi di dunia catur.
Gelar ini bukan sekadar simbol kemampuan bermain, melainkan pengakuan resmi dari FIDE bahwa seseorang telah mencapai level tertinggi dalam olahraga otak tersebut.
Nama-nama seperti Magnus Carlsen, Garry Kasparov, Bobby Fischer, hingga Mikhail Tal telah lama menjadi inspirasi bagi jutaan pecatur di seluruh dunia.
Namun, hanya segelintir pemain yang berhasil mencapai level tersebut dan menyandang gelar Grandmaster.
Di Indonesia sendiri, gelar ini bahkan jauh lebih langka.
Hingga kini, Indonesia baru memiliki sembilan Grandmaster, mulai dari Herman Suradiradja sebagai yang pertama, disusul Utut Adianto, Ardiansyah, Edhi Handoko, Ruben Gunawan, Cerdas Barus, Susanto Megaranto, Novendra Priasmoro, hingga Sean Winshand Cuhendi yang meraih gelarnya pada 2025.
Lalu, apa sebenarnya syarat untuk menjadi seorang Grandmaster, dan seberapa sulit jalan yang harus ditempuh untuk meraihnya?
1. Mencapai Rating FIDE 2500
Salah satu syarat utama untuk memperoleh gelar Grandmaster adalah mencapai rating FIDE minimal 2500.
Angka tersebut mungkin terdengar seperti sekadar target, tetapi proses mencapainya sangat panjang.
Sebagian besar pemain klub berada di bawah rating 2000, sementara banyak pemain berpengalaman pun tidak pernah menembus 2300.
Semakin tinggi rating seorang pemain, kenaikannya juga semakin lambat karena lawan yang dihadapi memiliki kemampuan yang semakin seimbang.
2. Mengumpulkan Tiga Norma Grandmaster
Selain mencapai rating 2500, FIDE juga mewajibkan seorang pemain mengumpulkan tiga norma Grandmaster atau GM Norm.
Norma diberikan kepada pemain yang mampu mencatat performa setara Grandmaster dalam turnamen yang memenuhi persyaratan FIDE.
Turnamen tersebut harus memiliki jumlah babak minimum, diikuti pemain bergelar dari beberapa negara, serta memenuhi komposisi peserta yang telah ditentukan.
Seorang pemain juga harus membukukan performa yang memenuhi standar Grandmaster menurut perhitungan FIDE.
Karena syaratnya cukup ketat, tidak semua turnamen dapat menghasilkan norma Grandmaster. Banyak pecatur membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk memperoleh norma pertama, kemudian kembali berjuang mengejar dua norma berikutnya.
3. Harus Aktif Bermain di Turnamen Resmi FIDE
Perjalanan menuju Grandmaster berlangsung melalui turnamen resmi yang diakui FIDE. Seluruh pertandingan dimainkan secara langsung (over the board), bukan secara daring.
Kesempatan mengikuti turnamen FIDE juga tidak selalu datang dengan mudah.
Di Indonesia, jumlah turnamen yang memenuhi standar FIDE masih relatif terbatas sehingga banyak pecatur harus bepergian ke kota lain, bahkan ke luar negeri, untuk mengejar rating maupun norma.
Setiap turnamen juga membutuhkan waktu, biaya perjalanan, akomodasi, dan persiapan yang matang.
4. Membutuhkan Latihan Selama Bertahun-tahun
FIDE tidak menetapkan batas usia untuk memperoleh gelar Grandmaster.
Namun jika melihat perjalanan para GM dunia, sebagian besar mulai mengenal catur sejak masih anak-anak.
Sejak usia dini, mereka terbiasa mengikuti turnamen, berlatih bersama pelatih, menganalisis partai, serta mengasah kemampuan setiap hari.
Proses itu berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memenuhi syarat menjadi Grandmaster.
Pemain yang mulai belajar di usia lebih dewasa tetap memiliki kesempatan untuk berkembang.
Hanya saja, jalur menuju gelar Grandmaster biasanya menjadi lebih panjang karena harus mengejar pengalaman yang telah dikumpulkan pemain lain sejak usia dini.
5. Membutuhkan Komitmen dan Dukungan yang Besar
Perjalanan menuju gelar Grandmaster juga membutuhkan komitmen yang tinggi.
Jadwal latihan harus dijalani secara konsisten, disertai analisis permainan, persiapan menghadapi turnamen, hingga evaluasi setelah pertandingan selesai.
Di sisi lain, mengikuti kompetisi juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, banyak pemain mengandalkan dukungan keluarga, klub, sponsor, maupun federasi agar dapat terus mengikuti turnamen dan menjalani program latihan dalam jangka panjang.
Apakah Semua Orang Bisa Menjadi Grandmaster?
Secara aturan, siapa pun memiliki kesempatan untuk mengejar gelar Grandmaster.
FIDE tidak menetapkan batas usia maupun latar belakang tertentu bagi pemain yang ingin meraihnya.
Dalam praktiknya, jalan menuju gelar tersebut dikenal sebagai salah satu yang paling berat di dunia catur.
Dibutuhkan kemampuan, pengalaman bertanding, latihan yang konsisten, serta dedikasi yang dijaga selama bertahun-tahun.
Sebagian besar Grandmaster dunia juga memulai perjalanan mereka sejak usia dini.
Itulah mengapa gelar Grandmaster tetap menjadi pencapaian yang sangat langka.
Gelar "GM" di depan nama seorang pecatur bukan hanya penanda kekuatan bermain, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang berhasil diselesaikan oleh sangat sedikit orang.
(MG Farhatiy Rijal)