TRIBUNNEWS.COM - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 baru akan dimulai, tetapi prediksi mengenai siapa yang akan tampil di partai final sudah mulai bermunculan.
Salah satu skenario yang paling banyak dibicarakan adalah terulangnya final Piala Dunia 2022 di Qatar antara Prancis dan Argentina.
Konten kreator @analiskampungsebelah, Hamid Anwar, bahkan meyakini peluang kedua tim kembali bertemu di partai puncak cukup besar. Hal itu ia sampaikan saat berdiskusi dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews bertajuk Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus? di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (29/6/2026) malam.
"Jadi kalau saya perhitungkan, hitung-hitungan saya kemungkinan besar itu bisa terjadi Prancis Argentina kembali lagi terulang," ujar Anwar.
"Kenapa Prancis, Argentina? Karena Prancis akan menghadapi Swedia, lalu kemungkinan Jerman, kemudian jika lolos berpotensi bertemu Belanda yang menurut saya lebih ringan dibanding jalur Inggris."
"Argentina mungkin baru mendapat ujian berat di semifinal jika bertemu Brasil. Jadi harapan saya Prancis melawan Argentina akan terulang kembali," tegasnya.
Prediksi Hamid Anwar tersebut sejalan dengan analisis terbaru Superkomputer Opta yang juga menempatkan Prancis dan Argentina sebagai dua kandidat terkuat menuju final Piala Dunia 2026.
Superkomputer Opta telah memperbarui prediksinya setelah seluruh pertandingan fase grup selesai dimainkan.
Berdasarkan simulasi sebanyak 25.000 kali, Prancis kini menjadi favorit utama menjuarai Piala Dunia 2026 dengan peluang sebesar 18,7 persen.
Les Bleus mengalami peningkatan signifikan dibanding prediksi sebelum turnamen yang hanya berada di angka 13 persen. Catatan sempurna dengan menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup menjadi salah satu alasan utama meningkatnya peluang tersebut.
Di belakang Prancis, Argentina menempati posisi kedua dengan peluang juara sebesar 16,3 persen.
Tim asuhan Lionel Scaloni dinilai mendapat keuntungan karena berada di jalur fase gugur yang relatif lebih bersahabat dibanding sejumlah kandidat juara lainnya.
Dengan komposisi bagan resmi FIFA, Prancis dan Argentina berada di sisi berbeda sehingga keduanya hanya bisa bertemu apabila sama-sama berhasil mencapai partai final yang akan digelar di MetLife Stadium pada 20 Juli 2026.
Baca juga: Alarm Buat Brasil Jelang 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Kini Lebih Matang dari Dua Dekade Lalu
Prancis diperkirakan memulai perjalanan fase gugur dengan menghadapi Swedia pada babak 32 besar.
Apabila lolos, Les Bleus berpotensi bertemu Jerman pada babak 16 besar sebelum melanjutkan perjalanan menuju perempat final dan kemungkinan menghadapi Belanda atau Kanada.
Sementara itu, Argentina mendapat lawan yang relatif lebih ringan pada babak 32 besar, yakni Tanjung Verde (Cape Verde).
Jika mampu melewati laga tersebut, Lionel Messi dan kolega diprediksi menghadapi pemenang Australia kontra Mesir pada babak 16 besar.
Tantangan sesungguhnya diperkirakan baru datang pada semifinal ketika Argentina berpotensi bertemu Brasil atau Inggris.
Menurut Hamid Anwar, jalur Prancis sedikit lebih menguntungkan dibanding negara-negara besar lainnya sehingga peluang mengulang final 2022 semakin terbuka.
Apabila prediksi tersebut benar-benar terwujud, maka dunia akan kembali menyaksikan duel dua raksasa sepak bola yang menyajikan salah satu final terbaik sepanjang sejarah pada edisi 2022 di Qatar.
Argentina saat itu keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti dalam pertandingan dramatis yang berakhir 3-3 selama 120 menit.
Kini kedua negara kembali datang sebagai kandidat kuat juara.
Prancis masih mengandalkan generasi emas yang dipimpin Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan sejumlah pemain muda berbakat lainnya.
Sementara Argentina tetap memiliki Lionel Messi yang tampil impresif sepanjang fase grup, didukung skuad yang semakin matang di bawah asuhan Lionel Scaloni.
Meski demikian, Opta juga mengingatkan bahwa prediksi tersebut bukan jaminan akan menjadi kenyataan.
Faktor kebugaran pemain, strategi pelatih, hingga kejutan dari tim-tim kuda hitam masih sangat mungkin mengubah peta persaingan.
Namun berdasarkan performa selama fase grup, hasil simulasi Superkomputer Opta, serta jalur fase gugur yang tersedia, Prancis kontra Argentina menjadi skenario final yang saat ini paling difavoritkan pada Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)