Kader NU Kediri Didorong Tempuh Pendidikan Tinggi, Alumni IPNU-IPPNU Siapkan Beasiswa Berkelanjutan 
Rendy Nicko June 29, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Kediri didorong untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bekal memperkuat peran organisasi sekaligus memberi kontribusi bagi masyarakat. Upaya tersebut mulai diwujudkan melalui program beasiswa yang digagas Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo.

Program beasiswa itu diserahkan dalam kegiatan silaturahmi kader dan alumni IPNU-IPPNU di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Minggu (28/6/2026) malam.

Pada kesempatan itu, Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo menyalurkan beasiswa kepada enam kader NU. Rinciannya, satu penerima jenjang pascasarjana memperoleh bantuan sebesar Rp 2,5 juta, sedangkan lima mahasiswa jenjang sarjana masing-masing menerima Rp 2 juta.

Gus Qowim yang juga menjabat sebagai Penasehat IPNU-IPPNU Kota Kediri mengatakan program tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan langkah awal membangun tradisi kepedulian dari alumni kepada generasi penerus organisasi.

Baca juga: Gus Qowim Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga saat Peringati Harganas 2026

Menurut Gus Qowim, banyak alumni IPNU dan IPPNU yang kini telah berhasil meniti karier dan diterima di tengah masyarakat. Kondisi itu diharapkan mampu melahirkan semangat untuk kembali berkontribusi kepada organisasi yang telah membesarkan mereka.

"Alhamdulillah, teman-teman yang dulu menjadi kader sekarang sudah banyak yang memiliki rezeki lebih. Mereka kemudian memiliki kepedulian untuk memberikan beasiswa kepada adik-adiknya. Harapan kami program ini bisa berkelanjutan," jelasnya.

Dia berharap para penerima beasiswa tidak hanya memanfaatkan bantuan tersebut untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral mengabdi kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat setelah lulus.

Menurutnya, peningkatan kualitas kader hanya dapat ditempuh melalui dua hal, yakni memperkuat keimanan serta meningkatkan kapasitas keilmuan. Dengan bekal tersebut, kader NU diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menjadi pemimpin di berbagai bidang.

"Harapan kami, kader yang mendapatkan beasiswa nanti mampu memberikan kontribusi bagi NU maupun masyarakat luas. Setelah berhasil, mereka juga diharapkan membantu adik-adiknya seperti yang dilakukan alumni hari ini," harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo Achmad Sidiq mengatakan program beasiswa tersebut merupakan program perdana yang menyasar kader IPNU dan IPPNU. Para penerima dipilih karena memiliki komitmen untuk tetap berkhidmat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Kami memberikan beasiswa kepada kader-kader IPNU dan IPPNU. Ini baru langkah awal. Tahun ini ada lima mahasiswa sarjana dan satu mahasiswa pascasarjana yang menerima beasiswa," jelasnya.

Sidiq menjelaskan yayasan tidak membatasi jurusan kuliah para penerima. Fokus utama justru pada komitmen mereka untuk terus aktif mengabdi di organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

Ke depan, kata dia program beasiswa akan terus dikembangkan dengan melibatkan para alumni IPNU-IPPNU yang kini telah memiliki usaha maupun profesi di berbagai bidang. Dukungan para donatur diharapkan membuat jumlah penerima beasiswa terus bertambah setiap tahunnya.

"Bismillah, ini masih perdana. Ke depan kami ingin penerimanya lebih banyak, bahkan menyasar calon mahasiswa sejak lulus SMA. Yang terpenting, mereka memiliki komitmen untuk berkhidmat di NU sehingga program ini benar-benar menjadi investasi kaderisasi jangka panjang," ungkapnya.

Selain menjadi program perdana, proses penentuan penerima beasiswa juga dilakukan melalui seleksi dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. 

Yayasan menilai latar belakang ekonomi, prestasi akademik, serta rekam jejak pengabdian calon penerima di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dari hasil seleksi tersebut, enam kader dinilai layak menerima bantuan pendidikan karena aktif berorganisasi sekaligus memiliki capaian akademik yang baik.

Data yayasan menunjukkan penerima beasiswa berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Kadiri (UNISKA), UIN Syekh Wasil Kediri, Universitas Gadjah Mada, hingga mahasiswa program Triple Degree ITAMA yang bekerja sama dengan UIN Kediri dan Universitas Terbuka. 

Sebagian penerima juga merupakan pengurus aktif IPNU maupun IPPNU, mulai tingkat PK, PAC hingga PC, sehingga program ini diharapkan mampu memperkuat kaderisasi NU sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul di bidang akademik maupun pengabdian organisasi.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.