TRIBUNNEWS.COM - Pencapaian Korea Selatan di Piala Dunia 2026 yang kurang memuaskan berimbas kepada pelatih Hong Myung-bo.
Hong Myung-bo memang sudah mengundurkan diri dari perannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.
Namun hal tersebut tak membuat dirinya bebas dari beban sosial yang harus ia pikul.
Korea Selatan sendiri gagal melangkah dari fase grup Piala Dunia 2026.
Padahal mereka tergabung di grup yang relatif tak terlalu ketat.
Tim berjuluk Taeguk Warriors ini gagal bersaing dengan Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.
"Korea Selatan dan Republik Ceko bakal bertarung habis-habisan untuk lolos ke babak berikutnya," ujar Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Prediksi Final Piala Dunia 2026: Prancis vs Argentina Jadi Favorit, Ulang Duel Sengit Qatar 2022
Nyatanya, pertarungan habis-habisan justru tak nampak dari tim yang mewakili Asia itu.
Korea Selatan seperti kebingungan saat berhadapan dengan lawan-lawan yang mengadang di fase grup.
Hanya saat menghadapi Republik Ceko saja mereka bisa berbicara banyak dengan meraih kemenangan.
Selebihnya, Korea Selatan selalu gagal mendulang kemenangan yang berujung kegagalan melangkah ke fase knockout.
Kini, sebuah tren sedang muncul di Korea Selatan terkait prestasi timnas yang melorot.
Banyak pengusaha kafe di negeri Ginseng yang memasang tanda larangan masuk bagi pelatih Hong Myung-bo, sebagaimana dikutip dari Naver.
Tren tersebut sebenarnya berawal dari sebuah pusat perbelanjaan lokal yang menempelkan stiker tersebut di pintu masuk.
Setelah foto itu diunggah ke X, semuanya menjadi viral dan menyebar.
Tak lama kemudian, banyak kafe dan restoran di area Jeonbuk dan Seoul menerapkan kebijakan yang sama.
Itu menjadi pukulan telak bagi pelatih Hong yang dianggap gagal meningkatkan prestasi tim Taeguk Warriors.
Korea Selatan yang banyak diperkuat pemain mentereng, seperti Kim Min-jae hingga Lee Kang-in benar-benar tak bisa berbuat banyak.
Tak banyak terobosan taktik dari coach Hong untuk membantu Korsel memecah kebuntuan selama turnamen berlangsung.
Hingga akhirnya masalah ini benar-benar menjadi sebuah isu nasional.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung juga akhirnya angkat bicara soal perjalanan perwakilan negaranya di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ia meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh soal masalah yang terjadi di kubu tim nasional.
"Saya tidak hanya dibuat terpukul dengan hasil yang di luar dugaan ini, saya juga benar-benar tak bisa berkata-kata," kata Presiden Lee di akun X pribadinya.
"Dikarenakan banyaknya biaya dari pajak masyarakat dan dukungan negara yang diberikan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, saya meminta Kementerian Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini."
"Investigasi itu juga mencakup analisa dari dampak yang ditimbulkan dan solusi nyata agar masalah serupa tak lagi terulang."
"Kami juga dengan secara perlahan akan mendorong reformasi administrasi olahraga di negara ini," paparnya.
Di tengah instruksi tegas itu, pelatih Hong Myung-bo sudah terlebih dahulu meletakkan jabatannya.
Ia juga meminta maaf kepada rakyat Korea Selatan atas pencapaian tak maksimal yang diraih saat Piala Dunia 2026.
"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar dan pendukung sepakbola Korea Selatan. Hari ini saya mengundurkan diri dari tim nasional sepakbola," kata Hong Myung-bo, dikutip dari My Daily.
"Ini bukanlah keputusan yang mudah bagi saya. Namun, sejak saya memutuskan untuk menjabat sebagai direktur, saya tidak memikirkan alasan lain apa pun."
"Saya pikir itu adalah satu-satunya hal yang harus saya lakukan untuk memenuhi tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya hingga akhir."
"Saya telah merenungkannya selama dua tahun. Ini adalah pilihan demi sepakbola nasional. Saat Anda membuat keputusan penting untuk tim nasional, saat Anda memilih pemain, saat Anda melatih dan bertanding."
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa semua penilaian saya selalu benar, tetapi standar dari semua penilaian saya selalu sepakbola Korea," tambah Hong Myung-bo.
(Tribunnews.com/Guruh)