SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Ribuan warga Sidoarjo menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) pada Senin (29/6/2026), untuk menyatakan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi itu dilakukan di tengah munculnya berbagai pro dan kontra mengenai program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Dalam aksi damai tersebut, massa membentangkan berbagai poster aspirasi.
Mereka melakukan orasi secara bergantian guna mendesak pemerintah agar tetap melanjutkan program MBG yang dinilai memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas.
Koordinator aksi, Ubaidillah Nurdin, menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalanan merupakan bentuk perlawanan terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelangsungan program MBG.
"Tuntutan utama dari aksi kami hari ini adalah lanjutkan program nasional MBG. Dan kami turun ke jalan karena ada pihak-pihak yang mau mengganggu MBG," ujar Ubaidillah saat ditemui SURYA.co.id di lokasi.
Terkait isu adanya persoalan teknis dalam pelaksanaan di lapangan, Ubaidillah berpendapat bahwa solusi yang tepat adalah perbaikan layanan, bukan pembatalan program.
"Rakyat Indonesia banyak. Memang ada yang mendukung dan ada yang tidak mendukung. Tapi kami rasa, lebih banyak yang mendukung MBG daripada yang tidak mendukung," tambahnya.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, bersama Ketua DPRD Sidoarjo menemui massa untuk menampung aspirasi.
Mimik mengimbau agar para pendemo tetap menjaga kondusivitas.
"Semua aspirasi kami tampung. Selanjutnya akan kami sampaikan ke pimpinan. MBG ini merupakan program prioritas nasional," tegas Mimik Idayana.
Mengenai operasional di Sidoarjo, terdapat beberapa catatan penting, yakni:
Mimik menekankan bahwa meskipun terdapat kendala di lapangan, perbaikan manajemen dan evaluasi menjadi kunci. Namun, terkait arah kebijakan strategis, hal tersebut tetap menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat.
Kesimpulannya, aksi warga Sidoarjo ini menjadi sinyal kuat bahwa dukungan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis tetap tinggi, meski evaluasi teknis terus diperlukan untuk penyempurnaan layanan.