Wagub Emil Dardak Temui Peternak Telur yang Protes Anjloknya Harga di DPRD Jatim
Titis Jati Permata June 29, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menemui langsung para peternak yang menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Jatim, Senin (29/6/2026). 

Kebetulan, Emil memang tengah berada di gedung dewan karena menghadiri rapat paripurna. 

Emil harus keluar lebih dulu dari gedung dewan karena ratusan peternak yang menggelar aksi mendesak kehadiran Pemprov. 

Secara umum, para peternak ini protes dan mendesak pemerintah untuk mengambil solusi konkret atas anjloknya harga telur. 

Emil Dardak Temui Peternak

Dalam kesempatan itu, Emil memahami kondisi yang dialami oleh para peternak telur ini. 

"Jadi ini yang kemudian kami sangat-sangat berempati dengan kondisi beliau semua. Prihatin atas harga telur yang masih belum ideal bagi peternak untuk bisa menutup biaya-biaya mereka," kata Emil.  

Menurut Emil, ada tiga isu utama yang mengemuka.

Baca juga: Harga Anjlok, Peternak Bagikan Telur Gratis saat Demo di Gedung DPRD Jatim

Pertama adalah over supply. Dinas Peternakan sebelumnya telah menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk membatasi supply dari DOC untuk ayam petelur. "Karena kalau gak nanti over supply," jelas Emil. 

Kedua, adalah bagaimana serapan untuk program makan bergizi gratis (MBG). 

Emil menjelaskan, pada saat rapat di Dinas Peternakan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pangan telah berjanji untuk menyerap 3 kali dalam seminggu dalam program MBG. 

Harganya, minimal Rp 24.000 perkg. Skema itu telah berjalan 2 Minggu sebelum masa libur. 
Namun, Emil tidak memungkiri kepatuhan dari SPPG dan mitra bervariasi. Data ini tengah diminta oleh Emil yang juga Satgas MBG. 

"Maka kami sudah minta datanya yang patuh yang mana, yang enggak, tentu kita akan sampaikan kepada BGN agar bisa diberi teguran keras gitu ya," ucap Emil. 

Lalu isu ketiga adalah mengenai surat dari menteri pertanian selaku kepala badan pangan nasional kepada segenap gubernur dan juga kepada satgas pangan se-Indonesia mengenai aturan harga di level produsen sebesar Rp 26.500 dan Rp 30.000 di level konsumen. 

"Para peternak ini ingin audiensi langsung dengan Pak Dirkrimsus," ungkap Emil. 

Bagikan Telur Gratis

Sebelumnya, Ratusan peternak telur di Jawa Timur menggelar aksi di Gedung DPRD Jatim, Senin (29/6/2026). 

Aksi protes anjloknya harga ini juga diwarnai pembagian telur secara gratis di gedung dewan baik kepada anggota DPRD Jatim maupun pihak keamanan yang berjaga di lokasi. 

Aksi ini berlangsung persis di depan gerbang utama gedung dewan. 

Sejak beberapa waktu terakhir, para peternak telur di sejumlah daerah memang sambat terkait harganya yang anjlok. 

“Sertifikat dan BPKB kami sudah digadai karena harga anjlok,” teriak salah seorang perwakilan massa. 

Aksi ini ditemui oleh sejumlah anggota dewan. Di antara yang nampak adalah Anggota Komisi B Wiwin Sumrambah, Roaitu Nafif Laha dan sejumlah anggota lainnya. 

Di sela aksi, para peternak telur ini membagikan telur rebus yang dibawa menggunakan kardus ke lokasi. 

Dari pantauan di lapangan, telur ini dibagikan kepada anggota dewan yang hadir di lokasi. 

Pun demikian juga kepada staf dewan dan kepolisian yang mengawal jalannya aksi. 

Pembagian telur ini disebut juga menjadi kampanye pentingnya makan telur. 

Selain aksi, para peternak telur rakyat ini juga menggelar audiensi dengan perwakilan dewan maupun Pemprov. 

Sepanjang aksi, para peternak telur ini meminta langkah nyata dari pemerintah. 

Para peternak tersebut mengaku sedang menghadapi tekanan berat. 

Ini lantaran harga terus berada di bawah Harga Acuan Pemerintah atau HAP. Yakni, HAP yang ditetapkan sekitar Rp 24.000 perKg di tingkat peternak. 

Sedangkan harga saat ini adalah sekitar Rp 16.000. Kondisi semacam ini dikeluhkan, sebab harga pakan terus mengalami kenaikan. 

Mereka mendesak solusi. “Kami sangat senang jika harga telur naik dan harga pakan turun,” ungkap Nur Muhammad Ali, perwakilan massa saat diwawancarai awak media di lokasi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.