Gunung Semeru Meletus 25 Kali dalam 12 Jam di Lumajang, Warga Diminta Waspada
Cak Sur June 29, 2026 05:32 PM

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan tercatat mengalami 25 kali erupsi sepanjang Senin (29/6/2026). Aktivitas letusan ini terpantau berlangsung terus-menerus selama periode 12 jam.

Rincian Aktivitas Vulkanik Semeru

Berdasarkan data dari Pos Pantau Gunung Semeru, aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terbagi dalam dua periode pengamatan:

  • Pukul 00.00 - 06.00 WIB: Terjadi 13 kali letusan dengan kolom asap berwarna putih dan kelabu setinggi 400 meter hingga 1 kilometer. Selain itu, teramati guguran dengan jarak luncur 500 meter hingga 1 kilometer ke arah tenggara.
  • Pukul 06.00 - 12.00 WIB: Terjadi 12 kali letusan susulan. Asap berwarna putih tebal dan kelabu membubung setinggi 400 meter hingga 1 kilometer ke arah timur laut.

Imbauan Keamanan dan Status Siaga

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Yudhi, menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Meskipun kondisi masyarakat di sekitar lereng masih terpantau aman, pihak BPBD menekankan pentingnya kewaspadaan.

"Tidak menutup kemungkinan terjadi erupsi Awan Panas Guguran (APG) yang mengarah ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru. Makanya kami mengimbau kepada masyarakat, terutama penambang lokal maupun yang berizin, untuk tidak beraktivitas ketika terjadi APG," ujar Yudhi.

Langkah Kesiapsiagaan BPBD

Sebagai langkah mitigasi bencana, BPBD Lumajang terus memperkuat pemantauan visual dan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di titik-titik rawan.

Yudhi menambahkan bahwa koordinasi dengan Pos Pantau Gunung Semeru dilakukan secara intensif, untuk memastikan penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada publik.

"Kesiapsiagaan teman-teman BPBD maupun Pos Pantau Gunung Semeru selalu dilakukan dengan rilis informasi secara berkala," tutup Yudhi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.