Puluhan SMP Negeri di Boyolali Kekurangan Siswa, Ribuan Kursi Masih Kosong
Ryantono Puji Santoso June 29, 2026 07:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Pembukaan gelombang kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kabupaten Boyolali belum mampu mendongkrak jumlah peserta didik secara signifikan.

Hingga penutupan pendaftaran gelombang kedua pada 25–26 Juni 2026, sebanyak 32 SMP Negeri di Boyolali masih belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali mencatat, dari total kekosongan 1.561 kursi, gelombang kedua hanya menambah 69 siswa baru.

Kepala Bidang SMP Disdikbud Boyolali, Mulyono, mengatakan, minimnya tambahan siswa disebabkan sebagian besar lulusan SD telah lebih dulu memilih bersekolah di SMP swasta maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs).

"Anak-anak sebagian sudah mendapatkan sekolah, baik di SMP swasta maupun di Madrasah Tsanawiyah," ujarnya.

ILUSTRASI. Pelaksanaan verifikasi calon murid SPMB di SMA Negeri 1 Banyudono, Selasa (9/6/2026). Beberapa sekolah di Boyolali masih kekurangan murid SPMB SMP.
ILUSTRASI. Pelaksanaan verifikasi calon murid SPMB di SMA Negeri 1 Banyudono, Selasa (9/6/2026). Beberapa sekolah di Boyolali masih kekurangan murid SPMB SMP. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Tak Buka Pendaftaran Gelombang Tiga

Karena itu, Disdikbud memutuskan tidak lagi membuka pendaftaran gelombang ketiga. Kursi yang masih kosong akan dibiarkan tidak terisi.

"Untuk kuota yang masih kurang ya kita biarkan kosong, sehingga sekolah hanya mengelola siswa yang saat ini mendaftar," jelas Mulyono.

Selama pelaksanaan gelombang kedua, pendaftar tersebar di sejumlah sekolah.

Tambahan siswa terbanyak diterima SMP Negeri 6 Boyolali dengan 22 pendaftar.

Baca juga: Buka Layanan Informasi SPMB, Disdik Solo Temukan Banyak Alamat Rumah Siswa Keliru Setelah Verifikasi

Sebaliknya, terdapat 11 SMP Negeri yang sama sekali tidak memperoleh pendaftar baru selama gelombang kedua, di antaranya SMP Negeri 1 Mojosongo, SMP Negeri 1 Nogosari, dan SMP Negeri 2 Gladagsari.

Sebelumnya, dari 52 SMP Negeri di Kabupaten Boyolali, hanya 20 sekolah yang berhasil memenuhi daya tampung pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.

Sementara itu, 32 sekolah lainnya masih kekurangan total 1.561 siswa.

Kekurangan paling sedikit terjadi di SMP Negeri 1 Nogosari yang hanya kurang empat siswa. Disusul SMP Negeri 1 Sawit yang kekurangan 24 siswa dan SMP Negeri 2 Sawit yang masih kekurangan 109 siswa.

Adapun kekurangan terbanyak terjadi di SMP Negeri 3 Sawit yang masih membutuhkan 112 siswa dari total daya tampung 256 kursi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.