Jakarta (ANTARA) - Camat Tebet Putut Puji Linangkung menyebutkan lokasi insiden jatuhnya bocah inisial I (4) di lubang proyek pembangunan Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan akan dijadikan lapangan futsal bagi lingkungan sekitar.

Puji menjelaskan pembangunan lapangan tersebut dilakukan melaluo program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibilty (CSR).

"CSR. (Baru mulai dibangun tanggal) 25 Juni," kata Putut Puji saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Senada dengan itu, salah satu warga sekitar, Iyus, menjelaskan proyek pembangunan itu baru berlangsung sekira satu minggu.

"Kalau enggak salah (dijadikan) lapangan futsal, gitu, anak sini mintanya lapangan futsal. Biar enggak tawuran. Saya tahunya begitu," kata warga bernama Iyus kepada wartawan.

Adapun penebangan pohon dan pemasangan pagar seng dilakukan pada tahap awal pembangunan.

"Sebelum kejadian itu ya ada penebangan pohon dulu. Nih kira-kira baru semingguan lah baru ini pembangunan," katanya.

Lokasi tersebut merupakan lahan kosong yang dipenuhi pepohonan besar dan kerap digunakan anak-anak untuk bermain.

Iyus menyebut proyek itu direncanakan menjadi lapangan futsal sebagai fasilitas bagi masyarakat sekitar.

Ia menilai keberadaan lapangan futsal di wilayah tersebut pada dasarnya disambut baik warga.

Menurut dia, lapangan itu dapat menjadi ruang bermain yang lebih aman bagi anak-anak dibandingkan bermain di pinggir jalan.

Terlebih, dia mengaku selama ini cukup terganggu dengan potensi tawuran antarkelompok yang kerap terjadi secara tidak menentu di wilayah sekitar.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa resah.

“Alhamdulillah sekarang tawuran sudah berkurang. Mudah-mudahan lebih baik ke depannya,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin, pukul 16.00 WIB, nampak garis polisi berkelir kuning terpasang. Namun, tidak terlihat adanya aktivitas pembangunan di lokasi proyek itu.

Lubang dengan diameter sekira 30 sentimeter kini sudah tak terlihat lantaran telah tertutup urukan tanah.

Sebelumnya, bocah berinisial I (4 tahun) meninggal dunia setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (28/6).

Korban sempat berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.