Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S.Fil., M.A., mengingatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler untuk menjaga etika dan empati selama berada di tengah masyarakat. Ia menegaskan agar mahasiswa tidak memanfaatkan kondisi kemiskinan warga di lokasi KKN sekadar untuk kebutuhan konten media sosial.
"Duduklah bersama mereka, dengarkan pengalaman hidup mereka, dan belajarlah dari kebijaksanaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Tidak ada manusia yang terlalu kecil untuk dihormati. Ilmu pengetahuan membuat kita cerdas. Menghargai manusia membuat kita beradab," ujar Rektor Unipa yang akrab dikenal Gery Gobang ini saat memberikan pembekalan di Aula Nawacita Unipa Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/6/2026).
Pria yang akrab disapa Doktor Gery Gobang ini menekankan bahwa inti dari pengabdian masyarakat adalah menghormati martabat manusia. Oleh karena itu, warga lokal harus diposisikan sebagai mitra belajar, bukan sebagai objek KKN atau sekadar bahan laporan.
"Jangan menggurui. Jangan merendahkan. Jangan memotret kemiskinan hanya untuk mendapatkan konten yang menarik," tegasnya.
Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIPA Presentasikan Riset Media Lokal di Konferensi Nasional KOMUNIKA 2026
Sebelum memberikan arahan serius, Geri sempat mencairkan suasana aula yang tegang dengan memutar sebuah video jenaka berjudul "Doa Pemersatu Bangsa-Bangsa dan Pulau-Pulau".
Video tersebut menampilkan sejumlah orang yang hendak menyantap makanan, namun pemimpin doanya justru merangkai kalimat doa yang tidak biasa dengan mencatut nama negara, kota, hingga bintang sepak bola dunia.
"Marilah kita berdoa pada hari ini, berkatilah Indonesia, Belanda, Inggris, dan Thailand, Messi, Israel, Kupang, Jakarta, Bali, Surabaya, Larantuka, Flores, dan Sumbawa. Amin," demikian bunyi potongan doa dalam video tersebut yang langsung disambut gelak tawa ratusan mahasiswa dan dosen yang hadir.
Baca juga: Dosen dan Mahasiswa Unipa Maumere Ajarkan Eksperimen Sains Sederhana di SD Inpres Kode Sikka
Geri menjelaskan, video lelucon itu sengaja ditampilkan sebagai sentilan agar mahasiswa Unipa mempersiapkan diri dengan keterampilan komunikasi publik yang baik sebelum diterjunkan ke desa-desa.
"Jangan sampai mahasiswa KKN disuruh angkat doa dan dia berdoa model seperti ini. Ini doa untuk Piala Dunia atau Piala Soeratim Cup yang nanti akan dibuka di Maumere ini?" seloroh Geri.
Ia menambahkan, mahasiswa secara intelektual dan kapasitas kepemimpinan sudah berada pada level yang tinggi di masyarakat, sehingga kematangan sikap sangat diperlukan.
"Ketika Anda menjadi mahasiswa itu, Anda sudah pada level camat sebenarnya. Kemampuan Anda adalah kemampuan yang sudah bisa memimpin. Karena itu, Anda harus bisa mempersiapkan diri dengan baik," kata pria asal Kecamatan Lela tersebut.
Kegiatan KKN reguler Unipa Tahun Ajaran 2025/2026 ini diikuti oleh 923 mahasiswa yang kompak mengenakan jas almamater berwarna orange.
Acara pembekalan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unipa bersama Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Ketua Senat, serta jajaran Wakil Rektor.
Pada periode ini, Unipa mengusung tema "Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan". Sebanyak 923 mahasiswa tersebut dijadwalkan melaksanakan program pengabdian selama satu bulan penuh, terhitung mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, yang tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Flores