Penjelasan BMKG Soal Suhu di Sumsel yang Terasa Lebih Panas Dari Suhu Sebenarnya
Slamet Teguh June 29, 2026 08:00 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Beberapa hari terakhir cuaca di Palembang panas menyengat dan terasa lebih panas meski suhu sebenarnya tidak terlalu panas.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo mengatakan, suhu udara di wilayah Sumsel saat ini masih berada dalam kisaran normal, meski banyak masyarakat merasakan cuaca lebih panas dibanding biasanya.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, suhu maksimum di Sumatera Selatan berkisar antara 32 hingga 34 derajat Celsius.

Sementara suhu maksimum yang tercatat di Palembang pada 28 Juni 2026 mencapai 33,8 derajat Celsius.

Nandang menjelaskan, kondisi cuaca yang terasa lebih panas dipengaruhi sejumlah faktor.

Pertama, dominasi angin Monsun Australia yang bertiup dari arah timur membawa massa udara kering sehingga menghambat pembentukan awan hujan.

Selain itu, minimnya tutupan awan membuat radiasi sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi secara maksimal sehingga meningkatkan rasa panas.

Baca juga: BMKG Beri Penjelasan Penyebab Suhu Udara di Palembang Dari 34 Derajat Terasa Seperti 39 Derajat

Faktor lainnya adalah sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, curah hujan pada musim kemarau tahun ini diperkirakan berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dibandingkan musim kemarau saat fenomena El Nino pada 2023.

BMKG juga mengungkapkan indikator iklim global menunjukkan fase netral yang mulai bergeser menuju aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat. Kondisi tersebut berpotensi memicu cuaca yang lebih panas dan kering.

Di sisi lain, perubahan iklim global dan pemanasan suhu permukaan laut turut berkontribusi terhadap peningkatan suhu rata-rata secara bertahap.

"Suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia juga terpantau menghangat sehingga membuat suhu udara di wilayah Sumatera bagian selatan terasa lebih panas," kata Nandang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan guna mencegah munculnya titik panas dan kebakaran hutan serta lahan selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kekeringan yang dapat memicu kebakaran lahan maupun permukiman, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, menggunakan masker dan pelindung kulit, serta memperbanyak konsumsi air mineral dan menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, maupun kanal media sosial resmi BMKG.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.