Titik Terang Kematian Sekdis PRKP Bangkalan, Foto Pelaku di TikTok Jadi Petunjuk Krusial
Khistian Tauqid June 29, 2026 08:40 PM

TRIBUNBATAM.id - Kasus kematian tragis Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Jawa Timur, mulai menemui titik terang. 

Sebuah unggahan foto di akun TikTok pribadi korban menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian untuk mengungkap tabir di balik peristiwa ini.

Sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinasnya di Bandara Juanda, Sidoarjo, Ruly diketahui sempat menghabiskan waktu bersama seorang pria berkacamata. 

Foto kebersamaan mereka yang berlatar lokasi di Alun-alun Kota Batu tertanggal Jumat (19/6/2026) mendadak viral di media sosial. 

Dalam foto tersebut, keduanya tampak bahagia saat berlibur di sebuah restoran dan taman.

Kecocokan Ciri-Ciri Pria di Foto TikTok dan Rekaman CCTV Bandara Juanda

Berdasarkan rekaman CCTV di Bandara Juanda, mobil dinas korban memasuki area parkir pada Sabtu (20/6/2026). 

Mobil tersebut terlihat dikemudikan oleh seorang pria berkacamata, bukan oleh korban sendiri.

Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan adanya kemiripan visual yang sangat kuat antara pria yang ada di dalam rekaman CCTV bandara dengan pria misterius yang berlibur bersama korban di Kota Batu.

"Dari kaca mata pribadi, saya cocok. Ada kesesuaian pada rambut, kaca mata, lebar dahi, kaos."

"Paling mencolok itu pada gagang kaca mata ada tanda kuning, apalagi kaos paling cocok," papar Risang, Minggu (28/6/2026), dikutip dari TribunJatim.com.

Risang menjelaskan bahwa ia mendapatkan kolase foto tersebut dari rekan media yang sempat menelusuri akun TikTok milik korban sebelum akun atau aksesnya berubah.

"Ponsel korban ada di tangan penyidik, betul itu adalah korban. Kemudian tertulis di situ Oppo A9, betul ponsel korban, diunggahnya tanggal 19 Juni 2026," lanjutnya.

Kendati menemukan banyak kecocokan fisik, pihak kuasa hukum sepenuhnya menyerahkan kesimpulan status hukum pria tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kalau saya pribadi kaos cocok, tapi saya tidak bisa mengatakan pria itu pelakunya sebelum orang itu ditangkap dan mengatakan, betul bahwa ia pelaku dan apa motifnya," tandas Risang.

MAYAT WANITA - Mobil dinas Pemkab Bangkalan yang menjadi lokasi penemuan perempuan meninggal di area parkir Terminal 1 Juanda diperiksa petugas, Rabu (24/6/2026).
MAYAT WANITA - Mobil dinas Pemkab Bangkalan yang menjadi lokasi penemuan perempuan meninggal di area parkir Terminal 1 Juanda diperiksa petugas, Rabu (24/6/2026). (kompas.com)

Baca juga: Pemicu Kecelakaan Maut di Tol Cipali KM 165 Melibatkan 2 Truk, 1 Orang Tewas

Dugaan Kuat Korban Dihabisi di Luar Bandara Juanda

Kronologi hilangnya korban bermula ketika Ruly, yang berdomisili di Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, pamit keluar rumah pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Jejak digital dan sinyal ponselnya sempat terdeteksi berada di wilayah Kota Batu serta Kabupaten Malang, sebelum akhirnya jasad korban ditemukan pada Rabu (24/6/2026).

Pihak kuasa hukum menduga kuat bahwa aksi pembunuhan atau penghilangan nyawa ini tidak terjadi di dalam area bandara, melainkan di lokasi lain sebelum mobil dinas tersebut diparkir.

"Kami memiliki dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului penyidik dari kepolisian."

"Dugaan kami, saat masuk ke bandara, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Waktu masuk ke bandara, yang mengendarai bukan korban, melainkan seorang pria bermasker dan menggunakan kacamata," ucap Risang.

Keluarga Mengetahui Kejadian Lewat Media Sosial

Komunikasi terakhir antara Ruly dengan pihak keluarga diketahui terjadi pada Jumat (19/6/2026) malam. 

Setelah momen itu, pihak keluarga kehilangan kontak hingga akhirnya dikejutkan oleh kabar duka yang beredar luas di jagat maya.

Risang Bima Wijaya menerangkan bagaimana awal mula pihak keluarga mengetahui peristiwa tragis yang menimpa Sekdis PRKP Bangkalan tersebut.

"Kami dan keluarga mendapatkan informasi dari media sosial sekitar pukul 11.30 WIB, ada mobil dinas yang biasa dipakai korban ditemukan di bandara (Juanda) dalam keadaan banyak darah berceceran."

"Kami menghubungi Polres Sidoarjo, Polsek Sedati untuk mengonfirmasi hal itu, ternyata di sana sudah ada tim inafis di TKP," pungkasnya pada Kamis (25/6/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam dan memburu pria berkacamata yang menjadi saksi kunci sekaligus terduga utama dalam kasus ini.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.