Ngopi Bareng Lurah hingga Babinsa, RT RW Parang Tambung Bahas Penguatan Teba Modern dan Bank Sampah
Saldy Irawan June 29, 2026 09:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RT/RW 003 Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, menggelar kegiatan posko keamanan lingkungan di Jalan Daeng Tata 3, Kota Makassar, Minggu (28/6/2026) malam.

‎Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Parang Tambung Muhammad Zulkifl, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta personel Linmas Kelurahan Parang Tambung.

‎Posko berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban yang mempertemukan pengurus lingkungan dengan unsur pemerintah serta aparat keamanan.

‎Di sela kegiatan, peserta berdiskusi sambil menikmati hidangan kopi dan aneka kue yang disediakan sebagai teman berbincang sepanjang malam.

‎Meski berlangsung dalam suasana informal, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai program lingkungan yang sedang dijalankan di wilayah RW 003.

‎Ketua RT 005 RW 003 Kelurahan Parang Tambung, Suriyani, mengatakan kegiatan posko tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan pemerintah setempat, tetapi juga menjadi ruang koordinasi untuk memastikan program-program lingkungan berjalan optimal.

‎Menurutnya, sejumlah program yang menjadi pembahasan antara lain pengelolaan Teba Modern, pembuatan biopori, hingga operasional bank sampah.

‎“Kami bercengkrama sekaligus membahas program-program kelurahan, seperti pembuatan teba, biopori, dan bank sampah,” ujar Suriyani.

‎Ia menjelaskan, fasilitas pendukung program tersebut sebenarnya sudah tersedia dan berjalan di RW 003. 

‎Namun, pengurus lingkungan masih terus mengevaluasi mekanisme operasional agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

‎Salah satu yang menjadi perhatian ialah bagaimana meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

‎Menurut Suriyani, keberadaan bank sampah dan fasilitas pendukung lainnya akan lebih optimal apabila diikuti perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah dan menyalurkan sampah.

‎Karena itu, edukasi dan sosialisasi dinilai menjadi langkah penting yang perlu terus diperkuat.

‎“Lebih memasifkan lagi sosialisasi ke warga terkait penyaluran sampahnya,” ucapnya.

‎Selain pengelolaan sampah, forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan pengurus lingkungan dalam menjaga ketertiban serta kualitas lingkungan permukiman.

‎Suriyani berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk menyerap masukan warga sekaligus mempercepat pelaksanaan program di tingkat lingkungan.

‎“Harapannya warga semakin sadar untuk ikut terlibat menjaga lingkungan dan mendukung program yang sudah berjalan,” ucapnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.