TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - RT/RW 003 Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, menggelar kegiatan posko keamanan lingkungan di Jalan Daeng Tata 3, Kota Makassar, Minggu (28/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Parang Tambung Muhammad Zulkifl, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta personel Linmas Kelurahan Parang Tambung.
Posko berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban yang mempertemukan pengurus lingkungan dengan unsur pemerintah serta aparat keamanan.
Di sela kegiatan, peserta berdiskusi sambil menikmati hidangan kopi dan aneka kue yang disediakan sebagai teman berbincang sepanjang malam.
Meski berlangsung dalam suasana informal, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas berbagai program lingkungan yang sedang dijalankan di wilayah RW 003.
Ketua RT 005 RW 003 Kelurahan Parang Tambung, Suriyani, mengatakan kegiatan posko tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan pemerintah setempat, tetapi juga menjadi ruang koordinasi untuk memastikan program-program lingkungan berjalan optimal.
Menurutnya, sejumlah program yang menjadi pembahasan antara lain pengelolaan Teba Modern, pembuatan biopori, hingga operasional bank sampah.
“Kami bercengkrama sekaligus membahas program-program kelurahan, seperti pembuatan teba, biopori, dan bank sampah,” ujar Suriyani.
Ia menjelaskan, fasilitas pendukung program tersebut sebenarnya sudah tersedia dan berjalan di RW 003.
Namun, pengurus lingkungan masih terus mengevaluasi mekanisme operasional agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah bagaimana meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Menurut Suriyani, keberadaan bank sampah dan fasilitas pendukung lainnya akan lebih optimal apabila diikuti perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah dan menyalurkan sampah.
Karena itu, edukasi dan sosialisasi dinilai menjadi langkah penting yang perlu terus diperkuat.
“Lebih memasifkan lagi sosialisasi ke warga terkait penyaluran sampahnya,” ucapnya.
Selain pengelolaan sampah, forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan pengurus lingkungan dalam menjaga ketertiban serta kualitas lingkungan permukiman.
Suriyani berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk menyerap masukan warga sekaligus mempercepat pelaksanaan program di tingkat lingkungan.
“Harapannya warga semakin sadar untuk ikut terlibat menjaga lingkungan dan mendukung program yang sudah berjalan,” ucapnya.(*)