Agam Rinjani Ditolak Datang ke Gunung Rinjani Imbas Donasi Juliana Marins, Tokoh Adat Angkat Bicara
M Zulkodri June 29, 2026 10:23 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Ingat dengan sosok Agam Rinjani alias Abdul Haris Agam, salah satu sosok yang berjasa dalam proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins pada 2025 silam.

Sosok Agam dulu dijuluki Pahlawan karena keberanian dan pengorbanannya membantu evakuasi Juliana Marins yang ditemukan meninggal di jurang Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dulu Agam banjir pujian atas perannya dalam proses evakuasi Juliana Marins, kini rencana kedatangan Agam ke Gunung Rinjani justru menuai penolakan dari sejumlah pelaku wisata dan tokoh adat setempat.

Penolakan tersebut muncul setelah Agam bersama konten kreator Panji Petualang berencana datang ke Gunung Rinjani untuk mengenang satu tahun proses evakuasi Juliana Marins.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani.

Menanggapi polemik yang berkembang, Panji Petualang akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lombok, khususnya Suku Sasak dan para pelaku wisata di kawasan Gunung Rinjani.

Baca juga: Riwayat Pendidikan Mufli Budi Ananda Asisten Raffi Ahmad, Lulusan D3 Teknik Listrik, S1 Tak Selesai

"Mohon maaf yang seluas-luasnya untuk semua keluargaku di Lombok. Khususnya untuk semua pihak yang tersinggung atau tersakiti karena postingan ku," ujar Panji melalui akun Instagram @panjipetualang_real.

Panji mengaku awalnya tidak mengetahui adanya persoalan lama antara Agam dengan sejumlah relawan dan komunitas di kawasan Rinjani.

Menurutnya, rencana membuat konten itu muncul setelah dirinya bertemu Agam di Jakarta dan membahas momen satu tahun proses penyelamatan Juliana Marins.

Namun setelah unggahan tersebut dipublikasikan, Panji baru mengetahui bahwa masih ada persoalan yang belum selesai antara Agam dan sejumlah relawan di Rinjani.

Ia juga mengakui kesalahan karena menyematkan istilah "Pawang Gunung Rinjani" dalam unggahannya.

"Khususnya untuk masalah caption-ku terkait Pawang Gunung Rinjani, itu memang salah," kata Panji.

Alasan Agam Rinjani Ditolak

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, mengatakan penolakan terhadap rencana kedatangan Agam bukan hanya soal pembuatan konten.

Menurut Royal, masih ada persoalan yang belum terselesaikan terkait donasi yang dihimpun saat proses penyelamatan Juliana Marins pada 2025.

Ia menyebut dana tersebut semestinya digunakan untuk mendukung kebutuhan operasi penyelamatan, termasuk membantu relawan, porter, serta biaya peralatan yang digunakan selama evakuasi.

"Ada banyak janji dan utang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," ujar Royal.

Selain persoalan donasi, Forum Wisata Lingkar Rinjani juga menolak penyematan julukan "Pawang Rinjani" kepada Agam.

Menurut mereka, gelar tersebut memiliki makna budaya dan tidak bisa diberikan secara sembarangan karena berkaitan dengan nilai adat dan kearifan lokal masyarakat di sekitar Gunung Rinjani.

Tokoh Adat Angkat Bicara

Tokoh adat Sembalun, Mertawi, turut memberikan penjelasan mengenai ramainya penyematan gelar "Pawang Rinjani" kepada Agam.

Ia menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar julukan, melainkan bagian dari tradisi yang hanya bisa diberikan melalui musyawarah masyarakat adat di lingkar Gunung Rinjani.

"Menurut tradisi kita, khususnya yang tinggal di lingkar Rinjani, tidak semudah itu untuk menyebut diri sebagai Pawang Rinjani," ujar Mertawi.

Ia menjelaskan bahwa sejak dahulu gelar tersebut diberikan kepada sosok yang memiliki tanggung jawab adat, moral, dan spiritual terhadap Gunung Rinjani serta masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Sosok Briptu Excel Mamuli, Polisi Tewas Ditembak Sesama Polisi di Boltara, Diduga Salah Sasaran

Karena itu, Mertawi berharap siapa pun tidak sembarangan menggunakan atau menyematkan gelar tersebut tanpa melalui mekanisme adat yang berlaku.

Sebagai informasi, Agam Rinjani dikenal luas setelah ikut membantu proses evakuasi Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 600 meter di kawasan Cemara Nunggal, Gunung Rinjani, pada Juni 2025.

Berdasarkan hasil autopsi, Juliana meninggal dunia akibat trauma berat setelah mengalami benturan keras yang menyebabkan patah tulang belakang, dada, dan paha serta kerusakan organ dalam.

Sosok Agam Rinjani

Agam Rinjani merupakan seorang relawan pencarian dan penyelamatan (rescuer) yang terlibat dalam misi evakuasi Juliana Marins.

Juliana merupakan WNA asal Brasil yang jatuh saat pendakian pada 21 Juni 2025 lalu dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Agam memiliki nama asli Abdul Haris Agam.

Agam dinilai warganet Brasil seorang pahlawan evakuasi jenazah Juliana Marins.

Pada saat itu, ia membuka donasi untuk evakuasi Juliana Marins meski awalnya sempat menolak.

Menurut Agam, apa yang ia lakukan terhadap Juliana Marins adalah bentuk kemanusiaan.

Ia melakukan misi evakuasi bersama Tim SAR dengan niat tulus. Namun, pada akhirnya Agam mau menerima sumbangan.

Meski begitu, ia akan membagi uang tersebut dengan rekan-rekan yang terlibat dalam penyelamatan. 

Dilansir dari Kompas.com, Agam juga akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan reboisasi terhadap gunung-gunung yang dilaluinya di Indonesia.

Adapun awal mula Agam open donasi yakni saat ia melakukan live atau siaran langsung di media sosial.

Kemudian beberapa orang berinisatif menggalang dana untuk disalurkan kepada Agam.

Sejak Kamis (26/6/2025), beredar gerakan open donasi di kalangan warganet Brasil sebagai bentuk penghargaan terhadap Agam Rinjani.

Dikutip dari Facebook Hai Lotim, hingga Jumat (27/6/2025) pukul 13.11 WITA, donasi yang terkumpul telah melampaui target.

Target awal: 350.000 real Brasil

Terkumpul: 451.226 real Brasil

Setara: ± Rp1.335.196.685 (kurs saat ini)

Penggalangan dana dilakukan melalui situs resmi voaa.me/agam, platform donasi yang banyak digunakan di Brasil.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, open donasi ini disebut sebagai bentuk apresiasi dari warga Brasil terhadap keberanian dan dedikasi Agam dalam misi penyelamatan yang menyita perhatian publik Brasil.

Beberapa postingan bahkan mencantumkan nomor rekening pribadi Agam, lengkap dengan SWIFT code dan email atas namanya, sebagai alternatif donasi langsung.

Menariknya, unggahan open donasi ini juga sempat dibagikan melalui fitur kolaborasi di akun Instagram pribadi milik Agam Rinjani.

Hal ini makin memperkuat validitas kampanye dan keterlibatan langsung sang rescuer.

Namun donasi terus mengalir, menunjukkan antusiasme dan solidaritas warga Brasil terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan Agam.

Informasi akan diperbarui seiring perkembangan data resmi mengenai peruntukkan donasi.

Sosok Agam dielu-elukan usai melakukan evakuasi terhadap Juliana Marins.

(Bangkapos.com/TribunJakarta.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.