TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan perempuan Indonesia mengambil peran lebih besar dalam membangun ekonomi nasional yang kuat dan tangguh melalui penguatan kewirausahaan, literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor.
Seruan itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Srikandi Indonesia, Dewie Yasin Limpo dalam seminar nasional Wirausaha Srikandi Indonesia di Gedung SMESCO, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Seminar nasional tersebut terselenggara berkat kerjasama GSI dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Koperasi.
Dewie menegaskan GSI lahir dengan visi besar memberdayakan perempuan agar menjadi kekuatan utama pembangunan, tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga pendidikan, sosial, dan politik.
"Gerakan Srikandi Indonesia hadir untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan perempuan Indonesia. Tujuan akhirnya adalah melahirkan perempuan yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," ujar Dewie.
Menurutnya, tantangan ekonomi global dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut perempuan untuk beradaptasi dengan cepat.
Karena itu, peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar pelaku UMKM tidak tertinggal dalam persaingan.
Ia mengatakan, pola usaha konvensional kini telah bergeser menuju ekonomi digital. Perempuan tidak lagi harus memiliki toko atau membuka lapak untuk menjual produknya karena pemasaran dapat dilakukan melalui media sosial maupun berbagai platform digital.
"Era digital membuka peluang usaha yang jauh lebih luas. Perempuan bisa langsung menjangkau konsumen dan melakukan transaksi secara online tanpa harus bertemu langsung," katanya.
Dewie menegaskan, GSI tidak ingin sekadar menjadi organisasi yang hanya menyelenggarakan seminar seremonial.
Organisasi yang baru berdiri pada Februari 2026 itu, kata dia, ingin menjadi gerakan nyata yang menghadirkan pendidikan, pendampingan, dan pemberdayaan bagi perempuan Indonesia.
Sebagai bukti, GSI dalam lima bulan pertama berdiri, telah menggelar sejumlah kegiatan sosial diantaranya mengajak para pemulung berbuka puasa bersama di hotel berbintang sebagai bentuk kepedulian sekaligus penghormatan terhadap kesetaraan sosial.
Selain itu, melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Koperasi, GSI ingin memperluas akses perempuan terhadap pelatihan kewirausahaan, penguatan kapasitas usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dewie menilai perempuan merupakan kekuatan besar bangsa sekaligus penopang utama keluarga. Namun, hingga kini masih banyak perempuan yang belum memperoleh kesempatan yang setara dalam bidang ekonomi, pendidikan, permodalan, maupun politik.
Ia juga mengingatkan agar keterwakilan perempuan dalam politik tidak hanya dijadikan pemenuhan kuota, tetapi benar-benar diikuti dengan pemberian ruang kepemimpinan dan kesempatan yang setara.
Dalam menghadapi situasi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, Dewie mendorong perempuan memanfaatkan peluang usaha pada tiga sektor strategis, yakni pangan, energi, dan teknologi informasi.
Sebab menurutnya, sektor pangan akan selalu menjadi fondasi ketahanan bangsa, sementara energi menjadi penopang distribusi ekonomi yang berkeadilan.
Adapun penguasaan teknologi informasi menjadi kunci agar UMKM mampu berkembang di tengah transformasi digital.
"GSI ingin perempuan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Karena itu kami menyiapkan pelatihan dan pendampingan agar perempuan bisa memperoleh tambahan penghasilan melalui usaha berbasis digital," ujarnya.
Menutup paparannya, Dewie menegaskan Gerakan Srikandi Indonesia membawa cita-cita besar melahirkan perempuan Indonesia yang mandiri, berintegritas, produktif, dan memiliki daya saing sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus memperkuat martabat bangsa.
"Gerakan Srikandi Indonesia hadir dan berkhidmat untuk bangsa dan negara. Kami yakin perempuan Indonesia mampu menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi Indonesia yang kuat dan tangguh," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gerakan Srikandi Indonesia, Mella Noviany, menegaskan GSI memiliki visi mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya, mandiri, bermartabat, serta berkontribusi nyata di bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan sosial.
Untuk mewujudkan visi tersebut, GSI menjalankan tujuh misi utama, yakni pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan, peningkatan pendidikan dan literasi digital, penguatan kepemimpinan perempuan, pembangunan jejaring lintas profesi, penguatan ketahanan keluarga, advokasi kesetaraan kesempatan bagi perempuan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan.
Baca juga: Dewie Yasin Limpo Deklarasikan Gerakan Srikandi Indonesia
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, Gerakan Srikandi Indonesia berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu menjadi wirausaha mandiri, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional yang tangguh.