SURYA.co.id, BLITAR - Dua pelajar asal Kabupaten Blitar Jawa Timur membuat panik keluarga setelah berpamitan mengikuti kegiatan Pramuka di sekolah, tetapi ternyata nekat mendaki Gunung Butak hingga tersesat.
Keduanya akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim BPBD Kabupaten Blitar Jawa Timur.
Baca juga: Pendakian Ilegal ke Gunung Semeru Terjadi Lagi, 13 Pendaki Diamankan dan 4 Pendaki Diburu
Kedua pendaki yang sempat hilang kontak itu adalah MN (17), warga Desa Suru, Kecamatan Doko, dan RW (17), warga Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi.
"Kedua survivor berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Salah satu survivor, MN dievakuasi dalam kondisi lemas dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Slumbung untuk pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar kepada SURYA.co.id, Wahyudi, Selasa (30/6/2026).
Peristiwa bermula pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, MN berpamitan kepada orang tuanya dengan alasan berangkat ke sekolah untuk mengikuti kegiatan visitasi Pramuka di SMA Negeri 1 Talun.
Namun hingga pukul 10.00 WIB, MN tak kunjung pulang.
Ibunya berusaha menghubungi melalui pesan singkat, tetapi tidak mendapat balasan.
Rasa khawatir semakin memuncak pada sore hari. Sekitar pukul 18.00 WIB, sang ibu mendatangi rumah RW untuk mencari informasi keberadaan anaknya.
Dari keluarga RW diketahui bahwa keduanya sebenarnya berpamitan pergi ke kawasan Air Terjun Watu Tangis di Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, menggunakan sepeda motor Honda Vario merah.
Keluarga kemudian mendatangi lokasi tersebut.
Di sana, mereka menemukan sepeda motor yang digunakan kedua remaja itu telah dititipkan di rumah Ketua RT setempat.
Khawatir terjadi sesuatu, keluarga bersama warga langsung melakukan penyisiran di kawasan Air Terjun Watu Tangis hingga keesokan harinya.
Namun upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Wahyudi mengatakan, kedua remaja tersebut diketahui tersesat di jalur pendakian Gunung Butak, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
"Senin pagi, kami menerima laporan dari Kepala Desa Krisik, kemudian segera menuju lokasi kejadian. Kami melaksanakan asesmen serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi awal mengenai survivor," ujarnya.
Pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, tim memperoleh kabar RW berhasil dihubungi sehingga titik keberadaannya dapat diketahui.
Tim BPBD kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penjemputan.
RW berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sebelum proses evakuasi dilanjutkan terhadap MN.
"Pada pukul 12.30 WIB, Tim berhasil mengevakuasi survivor dan membawanya hingga tiba dengan selamat di Basecamp," katanya.