Grid.ID - Awkarin alias Karin Novilda menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus Hanania Travel. Pemeriksaan terhadap Awkarin berjalan kurang lebih 3 jam dengan 33 pertanyaan.
Usai menjalani pemeriksaan, Awkarin menyampaikan rasa prihatin terhadap para korban Hanania Travel. Terlebih para korban batal berangkat beribadah akibat dari kasus Travel Haji dan Umrah tersebut.
“Aku mau ngucapin turut prihatin dan berduka juga buat para korban yang sekarang terlibat. Mereka juga kehilangan hak mereka karena adanya laporan polisi dari korban-korban Hanania ini,” ujar Awkarin usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (29/6/2026).
Awkarin bersedia menjalani pemeriksaan sebagai saksi guna meluruskan isu-isu yang terjadi antara dirinya dan Hanania Grup. Dia juga berupaya bekerjasama dengan pihak Kepolisian agar masalah ini terang benderang.
“Di sini aku datang karena aku mau meluruskan dan juga kita mau kerja sama dengan pihak kepolisian agar para korban bisa mendapatkan hak-haknya kembali dan juga bisa mendapatkan jawaban, dan keadilan yang harus mereka dapatkan, gitu,” terangnya.
Awkarin pun mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada Pihak Kepolisian. Dia berharap para korban kedepannya bisa mendapatkan keadilan.
“Kita percayakan sama pihak kepolisian aja untuk mereka bisa nyari tahu dan kemudian juga mencari keadilan buat para korban,” ujar Awkarin.
“Kita di sini ada di pihak korban dan kita juga siap untuk mengawal ini juga,” tegasnya.
Sementara itu, Awkarin mengungkapkan kronologi kerjasama antara dirinya dan Hanania Travel. Rupanya, kerjasama ini dilakukan pada 2 tahun lalu.
“Kami bekerja sama itu sekitar 2 tahun yang lalu, dan mungkin kita nggak tahu pastinya seperti apa,” terang Awkarin.
“Itu ada kah aliran dana atau apapun itu, apakah uang segala macam itu untuk endorse kita dari jemaah atau apapun itu, kami tidak tahu menahu,” tutup Awkarin.