WARTAKOTALIVE.COM, TEBET - Polisi meminta keterangan dari pihak pelaksana proyek terkait meninggalnya seorang balita berusia empat tahun yang terperosok ke lubang proyek pembangunan Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.
Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan pihaknya telah memanggil sejumlah pihak, termasuk pelaksana proyek dan para saksi, untuk dimintai keterangan.
Diketahui, balita itu berusia empat tahun berinisial I terperosok ke lubang proyek pembangunan Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Manggarai, Tebet, hingga meninggal dunia.
"Ya, jadi pada saat kejadian ada pihak-pihak yang sudah kami panggil, baik proyek maupun pihak-pihak dari saksi maupun yang lainnya," kata Kapolsek Tebet AKP Ischak, kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Pramono Berduka Atas Kematian Balita Pasca Terjatuh di Lubang Proyek Manggarai
"Kita sudah meminta wawancara keterangan terkait dengan kejadian tersebut," lanjut dia.
Ischak menuturkan, hingga kini keluarga korban belum membuat laporan kepolisian terkait meninggalnya anak tersebut.
"Jadi sampai dengan saat ini tidak ada laporan kepolisian dari keluarga korban," tutur Kapolsek.
Kendati demikian, kepolisian masih menyelidiki insiden yang terjadi pada Sabtu (27/6/2026) malam.
Penanganan kasus turut ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.
"Terkait dugaan kelalaian, sampai saat ini masih dalam tahap pendalaman penyelidikan," kata Ischak.
"Kemudian kejadian tersebut ditindaklanjuti oleh Polres Jakarta Selatan yaitu di fungsi PPA," sambungnya.
Adapun peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam sekira pukul 23.40 WIB.
Saat itu, petugas yang tengah berpatroli menemukan kerumunan warga di lokasi dan mendapati seorang balita terperosok ke dalam lubang yang diduga akan digunakan sebagai pondasi proyek.
"Jadi kami laporkan bahwasanya kejadian tersebut pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2024, sekira pukul 23.40 WIB, bahwasanya adanya laporan dari masyarakat ada anak terperosok di dalam lubang di Taman Proyek Manggarai," tutur Ischak.
"Setelah kami cek ke TKP, bahwa betul anak tersebut terperosok ke dalam lubang yang diduga lubang tersebut akan digunakan untuk penanaman pondasi," lanjutnya.
Baca juga: Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Proyek di Tebet, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Polisi lalu berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas, serta RSUD Tebet untuk melakukan proses evakuasi.
Upaya awal menggunakan crane dinilai tidak memungkinkan.
Sehingga petugas mendatangkan dua unit ekskavator untuk menggali di sisi lubang guna menghindari longsoran tanah.
"Bahwasanya kami menggali di sisi, bukan di lubang tersebut, untuk menghindari supaya tidak ada tanah yang tergelincir di dalam lubang tersebut," tutur dia.
Usai mencapai kedalaman sekira tiga meter, tim Damkar berhasil mengevakuasi korban setelah empat jam melalui sisi dinding lubang.
Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit dengan pendampingan personel Polsek Tebet dan tenaga medis menggunakan ambulans.
Namun, dalam perjalanan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Setelah kami lakukan evakuasi, lubang tersebut sudah kami tutup kembali supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
"Kemudian kami melakukan penutupan tempat kejadian perkara supaya perkara tersebut dilakukan penyelidikan lebih lanjut," sambung Ischak. (m31)