air merupakan kebutuhan dasar vital, sehingga saat terjadi kelangkaan di masyarakat, personel PMI diinstruksikan untuk segera hadir di lapangan guna menyalurkan pasokan.
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiagakan sebanyak 200 unit armada mobil tangki air untuk memberikan bantuan nasional pemenuhan krisis air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem di tanah air.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam Apel Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 di Jakarta, Selasa, mengatakan pengerahan ratusan armada tersebut menjadi bagian dari langkah strategis kesiapsiagaan bencana berbasis prakiraan.
"Kami menggerakkan 200 mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan," kata dia.
Jusuf Kalla menekankan air merupakan kebutuhan dasar vital, sehingga saat terjadi kelangkaan di masyarakat, personel PMI diinstruksikan untuk segera hadir di lapangan guna menyalurkan pasokan.
Sebagai skala prioritas awal, ratusan mobil tangki air tersebut akan diterjunkan langsung ke delapan provinsi yang diprediksi mengalami dampak kekeringan paling parah akibat fenomena iklim global El Nino.
Delapan wilayah prioritas intervensi bantuan tersebut meliputi Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Langkah mitigasi krisis air ini dirasa krusial mengingat data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak fenomena iklim El Nino tahun ini akan berlangsung sepanjang Juli hingga September yang memicu berkurangnya ketersediaan air bersih.
Guna memastikan penyaluran logistik tepat sasaran, mekanisme distribusi bantuan air bersih di lapangan nantinya akan disinkronisasikan melalui koordinasi ketat bersama pemerintah daerah serta BPBD setempat.
PMI mencatat jumlah armada operasional kali ini meningkat dibanding penanganan kekeringan tahun 2023, di mana saat itu PMI mengerahkan 126 tangki air untuk menyuplai 100 juta liter air bersih.
Jusuf Kalla menambahkan, jajaran pengurus pusat hingga daerah akan terus memantau dinamika musim kemarau dan siap melakukan penyesuaian intensitas operasi distribusi logistik sesuai eskalasi kebutuhan masyarakat.
"PMI akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan menyesuaikan operasi distribusi air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," kata dia.





