SD Negeri di Tengah Kota Semarang Sepi Peminat, Masih ada 1.646 Kursi Kosong
rika irawati June 30, 2026 11:27 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sekolah Dasar (SD) negeri di tengah Kota Semarang, Jawa Tengah, tak begitu diminati.

Dinas Pendidikan Kota Semarang mengungkap, masih ada 1.646 kursi kosong setelah Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD ditutup.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Semarang Aji Nur Setiawan mengatakan, kosongnya ribuan kusi pada SPMB SD negeri ini bukan semata karena kurangnya pendaftar.

Menurutnya, hal ini juga dipengaruhi perubahan persebaran penduduk usia sekolah serta preferensi orangtua terhadap sekolah swasta, terutama di wilayah tengah kota.

Aji menjelaskan, sisa daya tampung tersebut sendiri merupakan bagian dari total 2.095 kursi yang belum terisi sebelum gelombang lanjutan dibuka.

Namun, saat SPMB SD diperpanjang, ada tambahan 449 calon murid baru sehingga masih tersisa 1.646 kursi yang tersebar di 163 sekolah.

Baca juga: SPMB SD Negeri di Kota Semarang Diperpanjang, Orangtua Diminta Datang Langsung ke Sekolah

Aji menjelaskan, sebagian calon murid sebenarnya sudah diterima di sekolah negeri, tetapi tidak melanjutkan karena faktor jarak yang dianggap terlalu jauh.

"Biasanya, kalau yang belum dapat itu memang di lokasi yang dekat dia memang sudah penuh."

"Jadi, kalau mau sekolah ke yang masih kosong biasanya terlalu jauh. Banyak yang seperti itu dia diterima di pilihan kedua misalnya, tapi karena terlalu jauh banyak yang tidak diambil," kata Aji, Senin (29/6/2026).

Ia menyatakan, kondisi kursi kosong tidak merata di seluruh wilayah. Genuk dan Pedurungan disebut relatif sudah terpenuhi, sementara sisa kuota justru banyak ditemukan di wilayah lain, termasuk sekolah tertentu dengan jumlah pendaftar sangat rendah.

Di antaranya, SDN Wonodri di Semarang Selatan yang sempat hanya mendapat delapan siswa pada tahap awal, meski kemudian bertambah pada gelombang lanjutan.

"Kemarin dari (daya tampung) 28, yang sudah mendaftar lima. Terus masih ada sisa kuota itu 21 yang mendaftar tiga. Ya, jadi sekarang masih ada sisa kuota 18," kata Aji menjelaskan perkembangan terakhir di sekolah tersebut.

Menurut Aji, fenomena minimnya pendaftar lebih banyak terjadi di kawasan tengah kota dibanding wilayah pinggiran.

Aji menyebut, salah satu faktor yang turut memengaruhi adalah perubahan struktur penduduk.

Di kawasan tengah kota, jelas dia, jumlah anak usia SD cenderung menurun karena pola hunian yang berubah.

"Bisa jadi, karena memang di lokasi tersebut sudah tidak banyak anak yang usia sekolah yang masuk SD. Dan biasanya malah ini terjadi di daerah sekitar tengah kota," ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak keluarga baru kini lebih memilih tinggal di wilayah pinggiran karena harga tanah di pusat kota yang tinggi.

Sementara, warga yang masih menetap di pusat kota, umumnya merupakan keluarga lama atau memiliki kondisi ekonomi yang lebih mapan.

Selain itu, sebagian orangtua juga memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta meski di sekitar mereka masih tersedia sekolah negeri.

"Atau mungkin, kalau dia mampu beli tanah di tengah kota, biasanya dia memilih sekolah swasta. Tidak memilih ke sekolah negeri. Biasanya fenomena seperti itu," kata Aji.

Baca juga: Terungkap Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi di Kota Semarang, Terjadi Sejak Iduladha

Selain sebaran kursi kosong secara umum, Aji juga mencontohkan kondisi di SD Krapyak yang masih menyisakan daya tampung cukup besar.

Sekolah tersebut memiliki tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 84 siswa, namun belum terisi penuh.

"Kalau yang paling banyak kurangnya di SD Krapyak, sisa daya tampungnya 26."

"Tapi, bukan sedikit juga karena dia membuka tiga rombel," bebernya.

Sementara itu, di tengah banyaknya kursi kosong yang kini masih tersisa, pihaknya memperkirakan kursi yang masih kosong tidak lagi akan banyak terisi melalui perpindahan siswa karena proses penerimaan sudah berlangsung dalam dua kesempatan.

"Kalau mestinya ya, kalau kami perkirakan, seharusnya tidak ada lagi pindahan karena ini kan sudah ada dua kali kesempatan dan masih kosong."

"Berarti mungkin karena mereka sudah mendapat di sekolah lain. Kami perkirakan seperti itu," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.