Lapor Polisi, Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Adinda Cresheilla Jadi Korban Pelemparan Batu
Irwan Wahyu Kintoko June 30, 2026 12:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Cresheilla, menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat mengemudikan mobilnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026) sore.

Dinda, sapaan Adinda Cresheilla, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.11 WIB, tak lama setelah ia meninggalkan klinik kecantikan di kawasan Pondok Indah.

Baru sekitar lima menit berkendara, batu tiba-tiba meluncur ke arah mobilnya dan menancap di kaca depan, tepat di sisi pengemudi.

Baca juga: Mobil Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Dilempar Batu, Polisi Bantah Minta Cari CCTV Sendiri

Seketika itu Dinda langsung memejamkan mata.

Saat itu, ia sempat mengira suara benturan tersebut berasal dari material truk yang terlempar, serangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), atau bahkan ledakan.

"Alhamdulillah aku merem, jadi serpihan kacanya enggak kena mata, tapi banyak banget di pelipis," ujar Dinda.

Meski masih syok, Dinda mengingat jelas batu itu datang dari arah berlawanan.

Baca juga: Kenalkan Budaya ke Masyarakat, Puteri Indonesia Remaja Budaya 2023 Catwalk di Pasar Tradisional

Saat kejadian, mobilnya berada di barisan paling depan setelah melewati lampu lalu lintas.

Setelah menyadari mobilnya terkena lemparan batu, Dinda menyalakan lampu hazard dan berusaha menepi ke sisi kiri jalan.

Di tengah kepanikan, ia menghubungi sepupunya untuk meminta bantuan.

Sambil tetap mengemudikan mobil, Dinda menuju pos polisi terdekat untuk melapor.

Baca juga: Terungkap, Ini 2 Pelaku Pelemparan Batu ke Rangkaian KRL Commuter Line di Bogor Jawa Barat

Namun, setibanya di lokasi, ia tidak menemukan seorang pun anggota kepolisian yang berjaga di pos polisi.

Yang ditemuinya justru seorang petugas kebersihan.

Kepada petugas itu, Dinda menanyakan langkah yang harus dilakukan karena batu masih menancap di kaca mobilnya.

"Batunya masih nancap, aku berharap setidaknya ada barang bukti atau sidik jari yang bisa dilacak, ternyata bapak tukang sapu itu bilang pos polisinya lagi kosong, enggak ada polisi yang bertugas saat itu," ucap Dinda.

Baca juga: Eksekusi Hotel Sultan Mencekam: Massa Lempar Batu dan Bambu, Aparat Gabungan Dobrak Barikade

"Aku harus ke polsek terdekat di Kebayoran Lama," jelas dia.

Setelah sepupunya datang, Dinda menuju Mapolsek Kebayoran Lama untuk membuat laporan polisi.

Setelah menerima laporan, polisi mengajak Dinda kembali ke lokasi kejadian untuk memastikan titik pasti tempat peristiwa berlangsung.

Di lokasi, polisi berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas.

Baca juga: Tawuran Pemuda Pecah di Jatinegara, Lempar Batu hingga Bom Molotov

Namun, pencarian tidak membuahkan hasil karena tidak terdapat kamera CCTV di sekitar lokasi.

Menurut Dinda, polisi menjelaskan bahwa yang tersedia hanya kamera ETLE yang tidak merekam video.

Penyidik juga berupaya menelusuri kemungkinan lain dengan meminta rekaman CCTV dari klinik kecantikan yang dikunjungi Dinda sebelum kejadian.

Polisi menduga pelaku bisa saja telah mengikuti korban sejak keluar dari klinik.

Baca juga: Pelemparan Batu Terjadi Lagi, KAI Kecam Pelaku Perusakan Kereta Api

"Pak polisi minta CCTV ke klinik, takutnya pelakunya ini sudah ngincar sejak aku keluar klinik, cuma CCTV-nya enggak berfungsi," ucapnya.

Setelah kejadian, Dinda membagikan pengalamannya melalui media sosial Instagram.

Kendaraan yang menjadi sasaran pelemparan batu itu juga masih menjalani perbaikan.

Ia berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku agar dirinya mengetahui motif di balik aksi tersebut.

Baca juga: Maling Burung Peliharaan Beraksi di Tambun Bekasi, Pelaku 4 Orang Bawa Senjata Tajam Terekam CCTV

"Aku cuma pengen tahu pelakunya karena aku takut," ucap Dinda.

Selain berharap kasusnya terungkap, Dinda juga ingin jalanan di Jakarta menjadi lebih aman, khususnya bagi perempuan.

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Kukuh Islami, mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

"Kami dalami lagi (CCTV-nya), bukan kalau tidak ada CCTV tidak bisa bikin laporan, jadi kami memastikan ada enggak CCTV di sekitar untuk mengidentifikasi pelaku," kata Kukuh saat dihubungi melalui telepon, Senin (29/6/2026).

 

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.