Jamaah Aceh Kloter Akhir Tinggalkan Tanah Suci, 8 Jam Jelang Terbang, Mardani Wafat di Makkah
mufti June 30, 2026 11:37 AM

Duka menyelimuti detik-detik pemulangan kloter terakhir Aceh. Mardani Asya Adam (61), jamaah Kloter 14 atau kloter terakhir asal Aceh, meninggal dunia hanya beberapa jam sebelum rombongannya bertolak meninggalkan Arab Saudi untuk kembali ke Tanah Air.

Jamaah perempuan asal Bener Meriah itu menghembuskan napas terakhir pada Senin (29/6/2026) pukul 06.30 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 10.30 WIB di King Abdul Aziz Hospital, Makkah. Mardani sebenarnya telah menjalani perawatan di rumah sakit sejak sekitar dua pekan lalu, tepatnya Sabtu (13/6/2026), setelah mengalami berbagai keluhan kesehatan. Selama menjalani perawatan, tim medis terus berupaya memulihkan kondisinya agar dapat kembali bersama kloternya. Namun, saat rekan-rekannya bersiap meninggalkan Tanah Suci, Mardani dinyatakan meninggal dunia.

Sekitar delapan jam setelah wafatnya Mardani, Kloter 14 yang merupakan kloter terakhir jamaah haji Aceh lepas landas dari Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada pukul 15.00 WAS atau 19.00 WIB. Jamaah asal Bener Meriah tersebut telah dimakamkan di Tanah Suci.

Mardani meninggal dunia akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau sindrom gangguan pernapasan akut. Kondisi gawat darurat ini terjadi akibat penumpukan cairan di kantung udara paru-paru (alveoli) sehingga tubuh mengalami kekurangan oksigen secara drastis.

Dengan wafatnya Mardani, jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini menjadi 19 orang. Sebanyak 18 orang meninggal di Arab Saudi, sedangkan satu jamaah lainnya meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan pulang ke Aceh.

Tadi malam, sebanyak 391 jamaah Kloter 14 meninggalkan Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, menggunakan maskapai Garuda Indonesia menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar.

Kloter terakhir ini terdiri atas jamaah asal Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Besar, Langsa, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Aceh Singkil.

Mereka dijadwalkan tiba di Aceh pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Setibanya di Asrama Haji Embarkasi Aceh, para jamaah disambut oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. Khusus jamaah asal Banda Aceh dan Aceh Besar, mereka dijemput langsung oleh keluarga di asrama haji.

Pelaksanaan ibadah haji selesai

Konresponden  Serambi Indonesia di Saudi Arabia, Hasan Basri M Nur, melaporkan  

kloter 14 didominasi oleh jamaah dari Bener Meriah dan Banda Aceh. Total jumlah jamaah dari kloter terakhir ini adalah 396 orang, dan satu orang meninggal dunia. Sementara 396 jamaah lainnya berada dalam keadaan sehat. Dengan pulangnya jamaah rombongan terakhir ini maka seluruh jamaah haji Aceh telah meninggalkan Tanah Suci. Ini menandakan telah selesainya pelaksanaan ibadah haji musim 2026.

Secara umum pelayananan haji di Tanah Suci tergolong baik. Keadaan hotel di Makkah tergolong standar, bersih, dan sehat, walau berjarak 2,5 km dari Masjidil Haram. Jarak ini tidak menjadi alasan karena persediaan bus antar jemput jamaah ke Masjidil Haram dalam jumlah yang memadai dan tersedia setiap saat.

Demikian pula layanan hotel di Madinah yang dinilai sangat standar. Hotel di Madinah hanya berjarak sekitar 50-100 meter dari Masjid Nabawi. Jamaah dapat bolak balik ke Masjid Nabawi setiap pelaksanaan shalat fardhu.  Persediaan makanan dan minuman bagi jamaah haji terbilang memadai dan tepat waktu. Hanya saja cita rasanya yang belum cocok dengan lidah Aceh.

Sementara itu, hingga kini masih terdapat dua jamaah haji Aceh yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Keduanya adalah Rapasah Puteh (86), jamaah Kloter 9 asal Nagan Raya yang dirawat di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, serta Abdul Rahman (94), jamaah Kloter 13 yang masih menjalani perawatan di King Fahd Hospital, Madinah.(mun)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.