TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Babak pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Provinsi Bali untuk Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi berakhir.
Hasil kelulusan untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi tersebut diumumkan pada Senin 29 Juni 2026 sore kemarin.
Meski demikian, evaluasi pasca pengumuman menunjukkan adanya ketimpangan keterisian kuota yang cukup mencolok di beberapa sekolah negeri.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., Selasa 30 Juni 2026 mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil seleksi tahap pertama masih terdapat sejumlah SMA negeri yang tingkat keterisian peserta didiknya belum mencapai 40 persen dari total daya tampung.
Baca juga: BESOK! Pendaftaran SPMB SMA Tahap 1 2026 Ditutup, Pastikan Dokumen Lengkap, Download Disini
"Berdasarkan data dari Disdikpora Bali, terdapat sebelas sekolah yang serapan siswanya masih sangat minim. Di wilayah Buleleng, SMA Negeri 2 Gerokgak baru terisi 65 siswa dari kapasitas 163 kursi, sedangkan SMA Negeri 1 Sukasada baru menampung 51 siswa dari total daya tampung 280 kursi," jelasnya.
Kondisi serupa terjadi di Tabanan, di mana SMA Negeri 1 Penebel baru meloloskan 64 siswa dari daya tampung 163 kursi, SMA Negeri 1 Baturiti baru terisi 38 dari 140 kursi, dan SMA Negeri 1 Kerambitan baru menerima 31 siswa dari kapasitas 280 kursi.
Bahkan, tingkat keterisian terendah di Bali ditemukan di SMA Negeri 1 Marga yang baru meloloskan 6 siswa dari daya tampung 280 kursi, sehingga menyisakan 274 bangku kosong.
"Kondisi sepi peminat di tahap awal ini juga melanda daerah lain. Di Klungkung, SMAN Satu Atap Nusa Penida baru menampung 52 siswa dari kapasitas 140 kursi, sementara SMA Negeri 1 Banjarangkan baru menerima 47 siswa dari daya tampung 163 kursi. Bergeser ke Bangli, SMA Negeri 1 Kintamani baru mencatat keterisian 64 siswa dari total kapasitas 234 kursi," bebernya.
Sementara untuk wilayah Badung, SMA Negeri 1 Petang baru meloloskan 57 siswa dari daya tampung 234 kursi, dan SMA Negeri 3 Mengwi baru terisi 30 siswa dari kapasitas 140 kursi.
Banyaknya bangku kosong di belasan SMA negeri ini menjadi angin segar sekaligus kesempatan kedua bagi para calon siswa yang sebelumnya gagal atau tereliminasi pada seleksi tahap pertama.
Sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan oleh Disdikpora Bali, pendaftaran untuk tahap kedua melalui jalur domisili langsung dibuka mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026, sebelum hasil akhirnya diumumkan secara resmi pada 9 Juli 2026 mendatang.