Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Aksi sekelompok remaja yang diduga merupakan anggota gangster kembali meresahkan masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang.
Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis (25/6/2026) malam di pinggir jalan dekat gapura perbatasan Rejang Lebong-Kepahiang, tepatnya di wilayah Kelurahan Tempel Rejo, Kecamatan Curup Selatan.
Dalam kejadian tersebut, seorang remaja warga setempat yang masih berstatus pelajar SMA menjadi korban pemukulan oleh sekelompok orang yang datang menggunakan sepeda motor.
Masyarakat bahkan menyiapkan alat pertahanan diri sederhana seperti balok kayu dan pentungan di rumah masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila kelompok gangster itu masih terus meresahkan serta menyerang atau melukai masyarakat.
Lurah Tempel Rejo, Ahmad Yuni, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, korban merupakan warganya yang diduga diserang oleh kelompok remaja yang melintas di kawasan itu.
"Korban merupakan warga kami yang masih pelajar. korban dipukuli oleh sekelompok pemuda yang datang menggunakan sepeda motor lalu langsung melakukan penyerangan," ungkap lurah saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Selasa (30/6/2026).
Ia mengatakan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.
Dalam beberapa waktu terakhir, warga sudah beberapa kali melaporkan keberadaan kelompok remaja yang berkeliling pada malam hari dan menimbulkan keresahan.
"Ini sudah kali ketiga kejadian seperti ini. Sebelumnya juga sudah sering ada kelompok remaja yang berkeliling sehingga masyarakat merasa resah dan khawatir," lanjutnya.
Warga Diminta Waspada dan Siapkan Pertahanan Diri
Ahmad mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, kelompok remaja tersebut biasanya berjumlah belasan orang dan berkeliling menggunakan sepeda motor pada malam hari.
Warga juga mengaku melihat sejumlah anggota kelompok tersebut membawa senjata tajam seperti celurit, pedang, dan benda berbahaya lainnya.
Kondisi tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan.
Bahkan, sebagian warga menyiapkan alat sederhana seperti kayu atau pentungan untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan keamanan.
"Masyarakat sekarang lebih waspada, bahkan menyiapkan alat pertahanan diri jika ada keluarga yang diserang kelompok gangster," lanjut lurah.
Pihaknya mengimbau warga tetap mengutamakan keselamatan dan segera menghubungi pihak kepolisian melalui layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.
Menurut Ahmad, sejak kejadian terakhir tersebut, aktivitas masyarakat pada malam hari juga mengalami penurunan karena warga memilih berada di rumah.
"Kalau malam sekarang kondisinya relatif lebih sepi. Warga banyak yang khawatir keluar rumah karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Minta Pos Jaga Malam Kembali Diaktifkan
Sebagai langkah pencegahan, pihak kelurahan berharap sistem keamanan lingkungan dapat diperkuat, termasuk dengan mengaktifkan kembali pos ronda atau pos jaga malam di lingkungan masyarakat.
Menurut Ahmad, keberadaan pos jaga dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan lingkungan sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi gangguan keamanan.
"Kami berharap pos jaga malam bisa kembali aktif sehingga warga dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan berkoordinasi apabila ada situasi yang mengganggu ketertiban masyarakat," ujarnya.
Ia juga menduga kelompok remaja yang beraksi di Tempel Rejo merupakan kelompok yang sama dengan yang sebelumnya dilaporkan melakukan aksi serupa di sejumlah titik lain di kawasan perbatasan Rejang Lebong dan Kepahiang.
Warga Mengaku Cemas Setiap Malam
Seorang warga Tempel Rejo yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi tersebut membuat masyarakat tidak tenang, terutama saat malam hari.
Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir, kelompok remaja yang berkeliling menggunakan sepeda motor cukup sering terlihat melintas di kawasan perbatasan.
"Kami jadi cemas kalau malam. Beberapa minggu terakhir memang sering ada rombongan remaja berkeliling sambil membuat kegaduhan. Jumlahnya banyak dan naik motor," ujarnya.
Ia mengaku pernah melihat beberapa anggota kelompok tersebut membawa benda yang diduga senjata tajam seperti celurit.
"Kami khawatir karena ada yang terlihat membawa celurit. Itu yang membuat kami takut kalau terjadi penyerangan atau keributan," katanya.
Karena khawatir terhadap keselamatan keluarga, ia mengaku menyiapkan balok kayu di rumah sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan keamanan.
"Bukan untuk mencari masalah, tetapi sebagai antisipasi kalau ada keluarga yang diserang atau ada kejadian darurat. Kami berharap situasi ini segera ditangani supaya warga bisa kembali tenang," pungkasnya.