Menembus Batas Jeruji, Anak Binaan LPKA Pangkalpinang Antusias Sambut Perpustakaan Keliling 
Ardhina Trisila Sakti June 30, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Deru mesin mobil perpustakaan keliling yang memasuki halaman Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pangkalpinang disambut antusias puluhan anak binaan, Selasa (30/6/2026).

Di tengah keterbatasan ruang gerak selama menjalani masa pembinaan, kehadiran ratusan buku menjadi oase yang membuka ruang baru bagi mereka untuk belajar, bertumbuh dan menata masa depan.

Sebanyak 35 anak binaan tampak bergegas menuju area lapangan apel sesaat setelah mobil perpustakaan milik Dinas Perpustakaan Kota Pangkalpinang membuka layanan.

Satu per satu mereka menelusuri rak buku, memilih bacaan yang menarik perhatian, mulai dari buku motivasi, keterampilan, keagamaan, hingga novel sastra.

Kepala LPKA Pangkalpinang, Simamora mengatakan layanan perpustakaan keliling menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak pendidikan sekaligus sarana rekreatif bagi anak binaan.

Menurutnya, pembinaan di dalam LPKA tidak semata berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga memastikan setiap anak tetap memiliki akses terhadap pengetahuan yang dapat menjadi bekal kehidupan setelah bebas nanti.

"Selama mereka berada di sini, kami ingin memastikan masa depan mereka tidak berhenti. Buku adalah jendela dunia. Dari halaman-halaman buku itu, mereka bisa melihat harapan yang lebih luas dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik," ujar Simamora kepada Bangkapos.com, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai budaya membaca penting untuk terus ditanamkan karena dapat membantu anak binaan memanfaatkan waktu luang secara produktif. Kebiasaan membaca juga diyakini mampu membangun pola pikir yang lebih positif selama menjalani proses pembinaan.

Sementara petugas Perpustakaan Keliling Kota Pangkalpinang, Reza Adityawarman, menjelaskan kunjungan ke LPKA dilakukan secara rutin setiap dua pekan sekali, tepatnya setiap Rabu.

Menurut Reza, antusiasme anak binaan selalu tinggi setiap kali layanan perpustakaan hadir.

"Bukan hanya satu atau dua orang. Hampir semua anak binaan aktif mencari buku, baik untuk dibaca langsung maupun dipinjam untuk dibawa ke kamar," katanya.

Dalam setiap kunjungan, setiap anak diberi kesempatan meminjam maksimal lima buku dengan masa peminjaman selama dua minggu.

Reza menilai minat baca anak binaan di LPKA Pangkalpinang patut diapresiasi. Ia berharap kebiasaan literasi tersebut dapat terus terjaga, bahkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

"Literasi itu sumber ilmu. Buku tetap menjadi salah satu sumber pengetahuan yang kuat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam," ujarnya.

Bagi sebagian anak binaan, buku bahkan telah menjadi teman baru selama menjalani masa pembinaan.

Wingga (15), salah seorang anak binaan, mengaku kini mulai menemukan kesenangan dalam membaca, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.

Ia bercerita, sebelum masuk LPKA dirinya bukan pribadi yang gemar membaca. Namun kini, membaca justru menjadi rutinitas yang membuat harinya terasa lebih bermakna.

"Dulu saya kurang suka membaca. Sekarang hampir setiap hari saya meluangkan waktu untuk membaca buku. Rasanya waktu jadi lebih cepat berlalu, dan saya belajar banyak hal baru," ungkapnya.

Ketika seluruh buku pinjaman dari perpustakaan keliling telah selesai dibaca sebelum jadwal kunjungan berikutnya, Wingga biasanya memanfaatkan perpustakaan internal LPKA untuk mencari bacaan tambahan.

Bagi Wingga, kebiasaan membaca bukan lagi sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan bagian dari proses memperbaiki diri.

Ia berharap kecintaan terhadap buku dapat terus melekat hingga masa pembinaannya berakhir.

"Semoga kebiasaan membaca ini terus ada dalam diri saya, bahkan setelah saya selesai menjalani masa pidana," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.