Jalan Depan Kantor Bupati Luwu Arena Balap Liar Komplotan Remaja
Ansar June 30, 2026 12:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Aktivitas balap liar di kawasan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kembali dikeluhkan warga.

Balap liar di jalur dua depan Kantor Bupati Luwu, Jl Pahlawan, Kelurahan Senga, Kota Belopa.

Belopa adalah ibu kota Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan.

Kota administratif ini diresmikan sebagai pusat pemerintahan pada 13 Februari 2006, menggantikan Kota Palopo yang dimekarkan menjadi kota otonom.

Belopa terletak strategis di pesisir Teluk Bone dan dilintasi oleh Jalan Raya Trans-Sulawesi.

Belopa berjarak sekitar 300 kilometer dari Kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar enam jam melalui jalur darat.

Warga menilai aksi para pelaku masih terus berulang hampir setiap malam dan meresahkan masyarakat.

Sejumlah warga mengatakan balap liar biasanya mulai berlangsung sekitar pukul 21.00 Wita.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, terdapat belasan motor yang ikut memacu laju motornya.

Rata-rata kendaraan dipasangi knalpot brong.

Pengendarannya kebanyakan adalah remaja.

"Sudah seperti rutinitas. Hampir setiap malam mereka berkumpul dan mulai balapan," ujar Faiz (25) warga Belopa Utara, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 22.37 Wita malam.

Menurut warga, para pelaku diduga memiliki pola tertentu untuk menghindari petugas.

Mereka memacu kendaraan selama sekitar 10 hingga 15 menit, kemudian berhenti sekitar 15 hingga 20 menit untuk memantau situasi.

Jika kondisi dinilai aman dan tidak ada patroli, aksi balap liar kembali berlanjut hingga sekitar pukul 01.00 Wita.

"Kalau ada polisi datang, mereka langsung bubar dan bersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau. Setelah polisi pergi, mereka kembali lagi balapan," kata Faiz.

Faiz berharap patroli dilakukan lebih intensif dan berkelanjutan agar memberikan efek jera kepada para pelaku.

Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Alwi, mengatakan pihaknya telah memberi perhatian khusus terhadap maraknya aksi balap liar di kawasan Belopa.

"Kami sudah atensi untuk keluhan warga ini. Ke depan anggota akan meningkatkan patroli untuk mencegah balap liar terjadi," ujar Alwi kepada Tribun-Timur.com, Selasa (30/6/2026) pagi.

Menurutnya, kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila menemukan pelaku balap liar di lapangan.

"Jika dibutuhkan, akan dilakukan penilangan kepada pelaku balap liar," tegasnya.

Terkait dugaan adanya praktik taruhan dalam aksi balap liar tersebut, Alwi mengaku belum memperoleh informasi yang mengarah ke sana.

"Kalau ditanya ada indikasi adanya uang taruhan, kami tidak tahu," katanya.

Saat ini, Satlantas Polres Luwu juga masih mengumpulkan informasi mengenai identitas dan asal para pelaku balap liar yang kerap beraksi di Belopa.

"Kami juga sementara mencari informasi asal pelaku balap liar," tutup Alwi.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.