TRIBUNPEKANBARU.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, kembali memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait kuota haji tahun 2023–2024.
Agenda pemeriksaan tersebut berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, Dito tiba sekitar pukul 09.58 WIB. Ia tampak mengenakan kaus berkerah berwarna biru tua dan datang didampingi oleh dua pria yang mengenakan kemeja hitam.
“Ini undangannya terkait kasus yang haji,” kata Dito.
“Enggak bawa apa-apa,” imbuh dia.
Berdasarkan catatan Kompas.com, Dito pernah diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji pada Jumat (23/1/2026).
Usai diperiksa, Dito mengatakan, penyidik mencecarnya terkait kunjungan kerja (kunker) bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Arab Saudi pada 2022.
“Secara garis besar, memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail dan semoga bisa membantu KPK yang sedang menyelesaikan perkara ini,” kata Dito.
Baca juga: Pengamat Hukum: Dugaan OTT KPK di Kuansing Jadi Alarm Keras Perbaikan Integritas Politik di Riau
Baca juga: KPK Segel Ruang Bupati Kuansing hingga Sekda, ASN Pemkab Terkejut Pagi Saat Tiba di Kantor
Dito mengatakan, kunjungan kerja tersebut terkait dengan agenda forum dunia dan pertemuan bilateral.
Dia mengatakan, saat itu, Pemerintah Arab Saudi ingin bekerja sama di sektor olahraga.
Selain itu, terdapat penandatanganan kerja sama dalam bentuk MoU.
“Jadi itu pas bilateral dengan waktu itu Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salma (MBS), waktu itu masih Putra Mahkota ya kalau enggak salah, tapi sudah Perdana Menteri. Jadi itu dilakukan. Jadi tadi saya menjelaskan dan juga apa saja kegiatan-kegiatan waktu di Arab Saudi,” ujarnya.
Dito mengatakan Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salma (MBS), membahas sejumlah isu, di antaranya investasi, Ibu Kota Negara (IKN), dan pelayanan haji.
Ia menyebutkan, tidak ada pembicaraan secara spesifik soal kuota haji dalam pertemuan tersebut.
“Seingat saya, itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji. Karena kan haji kita butuh banyak kan,” tuturnya.
Dito mengakui penyidik juga mencecarnya soal keterlibatan biro travel haji Maktour Travel milik Fuad Hasan Mansyur terkait kasus kuota haji.