Uji Coba Radial Road Lontar, Target Urai Kemacetan di Surabaya Barat
Titis Jati Permata June 30, 2026 12:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA  - Uji coba Jalan Radial Road Lontar Surabaya, Jawa Timur, mulai dilakukan, Senin (29/6/2026). 

Pada ruas sepanjang 2,3 kilometer di kawasan Surabaya barat tersebut, jalan baru ini akan menghubungkan sejumlah fasilitas umum hingga pusat perbelanjaan dan kuliner.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang membuka sekaligus melakukan ujicoba secara langsung berharap kemacetan di titik ini bisa berkurang.

Radial Road akan menjadi jalur baru setelah sebelumnya kawasan ini hanya mengandalkan Jalan Raya Lontar untuk penghubung Jalan Mayjend Jonosewojo dan kawasan Lontar.

“Insyaallah sudah nggak macet, karena di Jalan Lontar macetnya panjang itu, sehingga dengan adanya (Jalan Radial Road) ini tidak ada kemacetan di daerah Lontar. Karena sudah terpecah,” kata Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (30/6/2025).

Uji Coba dengan Kendaraan Roda Dua

Wali Kota Eri melakukan uji coba dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Dengan didampingi sejumlah pejabat dinas, rute ini cukup membutuhkan sekitar 2 menit.

Pada tahap awal, Pemkot Surabaya akan memfungsikan jalan ini untuk satu arah terlebih dahulu.

Baca juga: Potret Ekowisata Lontar Sewu Gresik: Sempat Merosot, Kini Bangkit Lewat Edukasi Lontar

Yakni, dari arah Mayjend Jonosewojo ke kawasan Lontar atau Pakuwon Mall menuju ke arah CitraLand (G-Walk).

Sedangkan arah sebaliknya dapat menggunakan jalur lama sembari proses sosialisasi terus  dilakukan.

“Kita juga sosialisasi yang (dari arah) Lontar itu, kita buat satu arah. Jadi tidak dua arah sehingga tidak macet,” ujarnya.

Urai Kemacetan di Jalan Raya Lontar

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyebutkan, Jalan Radial Road Lontar nantinya dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di Jalan Raya Lontar.

“Kan Jalan Lontar itu karena jalurnya kecil, ada dua jalur kan? Nah, ini dibuat satu jalur,” sebutnya.

Setelah dibuka seluruhnya, Cak Eri memastikan, kemacetan di kawasan ini dapat terurai.

Karena lalu lintas kendaraan yang menuju dari arah Pakuwon Trade Centre (PTC) ke Citraland akan terpecah sehingga tidak terjadi penumpukan di Jalan Raya Lontar.

Pengaruh Positif Investasi

Tidak hanya berguna untuk mengurai kemacetan di kawasan Surabaya Barat, Radial Road juga akan membawa pengaruh positif pada iklim investasi di Kota Surabaya ke depannya.

Mengingat, lokasi tersebut sudah menjadi kawasan jasa perdagangan.

“Jadi di posisi (jalan) ini PBB (pajak bumi bangunannya) naik, karena kan menjadi jalan besar. Otomatis PBB akan naik, karena tidak lagi sebagai (kawasan) rumah, tapi sudah menjadi jasa perdagangan,” terangnya.

Uji Coba Selama Dua Pekan

Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan uji coba dilakukan hanya satu jalur dari arah timur ke barat.

“Jadi uji coba lalu lintas yang dari timur ke barat, nanti yang dari Jalan Lontar dilakukan uji coba juga dari barat ke timur, kita uji coba rekayasa,” kata Hidayat.

Hidayat menerangkan, uji coba lalu lintas ini akan berlangsung selama dua pekan.

Kendaraan yang melintas dari arah barat ke timur akan diarahkan melalui Jalan Raya Lontar.

Sedangkan kendaraan yang dari arah timur ke barat, akan diarahkan ke Jalan Radial Road.

“Selama ini Jalan Lontar kan dua arah toh, nah ini Pak Wali ingin menguji coba satu arah, karena untuk mengurai kemacetan. Satu minggu lah, nanti baru kalau nggak ada masalah diresmikan,” tandasnya. 

Gandeng Pengembang Perumahan Surabaya Barat

Dikerjakan sejak 2023, jalan ini dibangun atas kolaborasi pemerintah bersama masyarakat dan pengembang.

Mengingat sekitar 80 persen lahan proyek ini merupakan milik pengembang-pengembang besar di Surabaya Barat, Pemkot Surabaya menggunakan skema penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), sehingga lahan tersebut diserahkan secara gratis tanpa biaya ganti rugi.

Pemkot Surabaya mengucurkan dana APBD sekitar Rp 50 miliar khusus untuk membebaskan 25 persil lahan milik perorangan/warga setempat. 

Sedangkan untuk konstruksi dilakukan bertahap lewat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), seperti pengerjaan segmen jembatan penghubung dan pelengkap jalan (finishing) baru yang menelan biaya sekitar Rp 10 miliar. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.