Gerindra Tekankan Evaluasi Total Latsarmil dalam Program SPPI Demi Cegah Korban Berulang
Theresia Felisiani June 30, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyusul insiden yang menelan lima korban jiwa. 

Evaluasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang tanpa menghilangkan tujuan utama program pemberdayaan masyarakat.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus meminta agar keselamatan peserta menjadi prioritas dalam setiap program pemerintah.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini," kata Sugiat Santoso, kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

"Peristiwa ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," ucapnya.

Baca juga: Istana Akan Benahi Latsarmil untuk Cegah Korban Jiwa Terulang

Sugiat menilai pembenahan perlu dilakukan pada seluruh tahapan penyelenggaraan, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga sistem pengawasan di lapangan. 

Dia juga menekankan pentingnya pendataan kondisi calon peserta sebelum mengikuti kegiatan.

"Kita ingin setiap program pemerintah berjalan secara profesional. Karena itu, standar operasional harus diperkuat, mitigasi risiko diperjelas, dan pengawasan di lapangan harus lebih optimal. Hal ini mulai dari pendataan kondisi calon peserta sebelum mengikuti kegiatan," katanya.

Selain evaluasi teknis, Sugiat meminta pemerintah memberikan perhatian penuh kepada keluarga korban dan memastikan proses penanganan berlangsung secara transparan.

"Negara tidak boleh abai. Pemerintah harus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, serta seluruh hak yang menjadi tanggung jawab negara. Penanganan kasus ini juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel agar masyarakat memperoleh kejelasan," ucap Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu.

Meski meminta evaluasi total terhadap pelaksanaan Latsarmil, Sugiat menegaskan insiden tersebut tidak boleh menghambat program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis Presiden untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Program ini tetap harus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," katanya.

Menurutnya, yang perlu diperbaiki adalah mekanisme pelaksanaan dan tata kelola program, bukan menghentikan kebijakan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

"Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan, tentu harus diperbaiki. Tetapi semangat membangun desa, memperkuat koperasi, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan jangan sampai berhenti. Justru kita harus memastikan seluruh rangkaian program dilaksanakan dengan standar keselamatan yang lebih tinggi dan tata kelola yang semakin baik," katanya.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah menghasilkan perbaikan nyata sehingga seluruh program strategis dapat berjalan lebih aman dan profesional.

"Kita ingin setiap kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, evaluasi harus menghasilkan perbaikan nyata sehingga seluruh program strategis dapat berjalan lebih aman, lebih profesional, dan lebih akuntabel," pungkasnya.

 

Telan Korban Jiwa

Tercatat, hingga kini total ada lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang meninggal dunia saat melakukan Latsarmil.

Pertama, adalah almarhumah Anisa Muyassaroh yang mengalami heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.

Kedua, almarhum Yonanda Muhammad Taufiq mengalami cardiac arrest atau henti jantung saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Ketiga, almarhumah Novia Rahmadhani Sihotang mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Keempat, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang sempat mengalami sesak napas saat sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.

Kelima, Nola Dya Sari yang mengalami henti jantung saat mengikuti pendidikan di Dodik Bela Negara Kalimantan.

 

Istana Pastikan Latsarmil Akan Dibenahi

Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta Panitia Seleksi dan Penyelenggara Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk melakukan perbaikan Program latihan dasar kemiliteran (Latsarmil). Perbaikan tersebut dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat.

Untuk diketahui Program Latsarmil tersebut menjadi sorotan setelah 5 calon manajer KDMP dan KNMP meninggal dunia.

“Ya kita koordinasi atau diskusi dengan mereka kan nggak selalu harus disampaikan ke publik tapi intinya sama-sama memahami bahwa masukan masyarakat itu penting,” kata Juri di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (29/6/2026).

Baca juga: TB Hasanuddin: Hapus Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Negara Bisa Hemat Triliunan Rupiah

Evaluasi yang dilakukan yakni dengan mengedepankan mitigasi agar kejadian meninggalnya calon manajer Koperasi Merah Putih tidak terulang.

“Evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus ya dilakukan. Tapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi meninggalnya 5 orang itu tadi,” katanya.

“Jadi insya Allah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban,” imbuhnya.

Juri mengatakan bahwa Presiden Prabowo mengetahui mengenai peristiwa meninggalnya calon manajer Koperasi Merah Putih. Presiden mengikuti perkembangan yang terjadi.

“Ya sudah, presiden mengikuti,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.